TRIBUNNEWS.COM - Di antara amalan yang dianjurkan saat melaksanakan tawaf mengelilingi Ka’bah adalah membaca doa ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
Rukun Yamani merupakan sudut Ka’bah yang mengarah ke Yaman, sedangkan Hajar Aswad adalah batu mulia yang terletak di sudut timur Ka’bah dan menjadi titik awal serta akhir tawaf.
Kedua tempat ini memiliki keutamaan tersendiri dalam ibadah haji dan umrah.
Area antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad adalah tempat mustajab berdoa, dan akan bersaksi di hari kiamat.
Rasulullah SAW diketahui menyentuh Rukun Yamani ketika tawaf dan bersabda bahwa menyentuh Hajar Aswad serta Rukun Yamani dapat menggugurkan dosa-dosa.
“Sesungguhnya menyentuh Hajar Aswad dan Rukun Yamani dapat menghapus dosa-dosa.” (HR. Ahmad)
Selain itu, di antara dua tempat tersebut, Rasulullah SAW juga membaca doa yang sangat masyhur sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 201.
“Dan di antara mereka ada yang berdoa: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)
Mengutip laman Majelis Ulama Indonesia, berikut doa ketika jemaah haji berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
Baca juga: Doa Melintasi Maqam Ibrahim di Dekat Kabah, Sunah Rasulullah SAW saat Haji dan Umrah
Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanah, wa fil-ākhirati ḥasanah, wa qinā ‘adzāban-nār
Artinya: “Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (HR Ahmad)
Rukun Yamani merupakan salah satu sudut penting pada Ka'bah yang terletak sebelum Hajar Aswad dalam jalur tawaf.
Sudut ini dinamakan “Yamani” karena mengarah ke wilayah Yaman.
Berbeda dengan sudut Ka’bah lainnya, Rukun Yamani memiliki keistimewaan tersendiri karena Rasulullah SAW mencontohkan untuk menyentuhnya saat tawaf apabila memungkinkan.
Bagi jemaah haji dan umrah, Rukun Yamani menjadi salah satu titik yang penuh makna spiritual. Saat melintasinya, banyak jemaah mengusap sudut tersebut sambil memperbanyak doa dan zikir dengan hati yang khusyuk. Namun, jika kondisi terlalu padat, jemaah tidak dianjurkan memaksakan diri demi menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama.
Keutamaan Rukun Yamani juga disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW.
Dari Ibnu Umar RA, Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya menyentuh Hajar Aswad dan Rukun Yamani dapat menghapus dosa-dosa.” (HR. Ahmad).
Karena itu, dua tempat ini menjadi bagian yang sangat istimewa dalam rangkaian tawaf di sekitar Ka’bah.
Hajar Aswad merupakan batu mulia yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam dan menjadi salah satu bagian penting di Ka'bah.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pada hari kiamat kelak, Hajar Aswad akan dibangkitkan oleh Allah SWT dalam keadaan memiliki dua mata untuk melihat dan lisan untuk berbicara.
Batu tersebut akan menjadi saksi bagi orang-orang yang menciumnya dengan penuh keimanan dan keyakinan kepada Allah SWT.
Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi menerangkan bahwa yang dimaksud “mencium dengan hak” ialah mencium Hajar Aswad dengan hati yang membenarkan dan penuh keimanan, bukan sekadar mengikuti kebiasaan semata.
Dalam sejumlah riwayat juga disebutkan bahwa Ka'bah memiliki kemuliaan besar di sisi Allah SWT. Jabir RA meriwayatkan bahwa Ka’bah pernah mengadu kepada Allah karena orang yang bertawaf dan menziarahinya semakin sedikit.
Lalu Allah SWT berjanji akan menghadirkan kaum yang rajin bersujud dan beribadah dengan penuh kekhusyukan di hadapan-Nya. Gambaran ini menunjukkan betapa Ka’bah menjadi simbol ketundukan dan kecintaan umat Islam kepada Allah SWT.
Selain Hajar Aswad, Rukun Yamani juga disebut memiliki keutamaan. Dalam kitab At-Targhib wat-Tarhib dijelaskan bahwa kelak Hajar Aswad dan Rukun Yamani akan menjadi saksi bagi orang-orang yang menyentuh dan menciumnya dengan penuh keimanan. Kesaksian itu menjadi tanda pengakuan atas ibadah dan ketulusan seorang hamba kepada Allah SWT.
Meski demikian, umat Islam tidak meyakini bahwa Hajar Aswad dapat memberi manfaat atau mudarat dengan sendirinya. Hal ini sebagaimana perkataan Umar bin Khattab RA saat mencium Hajar Aswad.
Ia berkata bahwa batu tersebut hanyalah batu biasa yang tidak dapat memberi manfaat maupun bahaya, dan ia menciumnya semata-mata karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
“Demi Allah, Allah benar-benar akan membangkitkan Hajar Aswad pada hari kiamat. Batu itu memiliki dua mata yang dapat melihat dan lisan yang dapat berbicara. Ia akan memberikan kesaksian bagi orang yang menyentuhnya dengan benar.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Sikap ini menjadi pelajaran penting bahwa penghormatan kepada Hajar Aswad dilakukan sebagai bentuk ketaatan dan cinta kepada ajaran Nabi Muhammad SAW.
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjelaskan tentang bagian-bagian Ka'bah yang perlu diketahui setiap muslim, sebagai berikut:
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)