Tribunlampung.co.id, Tanggamus – PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Tbk Area Ulubelu menegaskan posisinya sebagai tulang punggung energi bersih di Provinsi Lampung.
Tidak hanya menyuplai kebutuhan energi Lampung, PGE Ulubelu berkomitmen menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan potensi lokal.
Hal ini diungkapkan General Manager PGE Area Ulubelu, Edy Sudarmadi saat menerima kunjungan Tribun Lampung yang dipimpin General Manager Erniwaty Madjaga dan Editor In Chief Ridwan Hardiansyah, Rabu (6/5/2026).
General Manager PGE Area Ulubelu Edy Sudarmadi menjelaskan bahwa saat ini pihaknya mengoperasikan 4 Unit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dengan total kapasitas terpasang mencapai 220 MW.
"Kami memiliki empat unit, Unit 1 dan 2 fokus pada suplai uap ke PLN, sementara Unit 3 dan 4 memproduksi listrik langsung untuk jaringan PLN," ujar Edy.
Baca juga: Jadi Pilot Project, Petani Ulu Belu Lampung Tanam Perdana Bawang Putih Lokal
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan pembangunan keberlanjutan, PGE Ulubelu juga menerapkan program CSR yang terukur.
Di wilayah Penyangga, seperti Pekon (Desa) Ngarip, PGE hadir mendampingi petani kopi dari hulu ke hilir.
Pendampingan yang dilakukan seperti edukasi pembibitan kopi, peningkatan produktivitas, hingga manajemen pasca-panen dan pemasaran.
Di sektor kesehatan, program difokuskan pada penanganan stunting dengan pemberian makanan bergizi bekerja sama dengan bidan desa.
"Untuk pendidikan, kami juga memberikan beasiswa, perbaikan infrastruktur sekolah, dan edukasi mengenai energi panas bumi kepada generasi muda," Ujar Edy.
Edy pun menceritakan salah satu kisah transformasi warga dari perambah hutan menjadi pelestari lingkungan.
"Dulu ada penggerak yang aktif menebang pohon secara liar. Setelah kami beri edukasi dan pendampingan, sekarang beliau menjadi supplier bibit tanaman untuk perusahaan swasta dan pemda guna mendukung kemandirian pangan," kata Edy.
Ke depan, Edy Sudarmadi memaparkan visi besar untuk menjadikan Ulubelu sebagai destinasi wisata berbasis panas bumi (geotourism).
Ia ingin masyarakat tidak hanya mengenal Ulubelu sebagai penghasil kopi, tapi juga objek wisata alam yang unik.
"Kami ingin menciptakan multiplier effect. Wisatawan bisa menikmati sensasi trekking di kebun kopi, bersepeda di jalur pipa panas bumi, hingga melihat langsung bagaimana energi ramah lingkungan dieksploitasi. Ini akan menghidupkan ekonomi warga melalui penyediaan guest house dan kuliner lokal," jelasnya.
Edy menegaskan, visi utama PGE adalah menciptakan harmoni antara operasional perusahaan, kelestarian ekosistem, dan kesejahteraan masyarakat.
"PGE ingin operasional aman, masyarakat juga merasa nyaman dan mengalami peningkatan ekonomi. Kita harus maju bersama-sama," tutupnya.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)