Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Sebuah mobil boks bernomor polisi B 9484 TCM mengalami patah as di Jalan Lintas Barat Sumatera, tepatnya di Jalan Ahmad Yani, depan Optik Fajar Agung, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Kamis (7/5/2026) pagi sekitar pukul 09.30 WIB.
Akibat insiden tersebut, arus lalu lintas dari dua arah tersendat lantaran posisi kendaraan memakan separuh badan jalan.
Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat melintas secara bergantian di lokasi kejadian.
Aparat kepolisian dari Satuan Lalu Lintas Polres Pringsewu bergerak cepat melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas guna mengurai kepadatan kendaraan di jalur utama tersebut.
Kasat Lantas Polres Pringsewu, Iptu I Kadek Gunawan, menjelaskan bahwa kendaraan boks tersebut dikemudikan oleh M. Hamid Setyadi, warga Kelurahan Pringsewu Utara.
Saat kejadian, kendaraan melaju dari arah Bandar Lampung menuju Pringsewu dengan membawa muatan berbagai jenis produk minuman.
“Sesampainya di Jalan Ahmad Yani Pringsewu, kendaraan mengalami patah as roda belakang kiri. Akibatnya, kendaraan langsung miring dan tidak dapat dipindahkan,” ujar Kadek mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunus Saputra.
Menurutnya, patahnya as roda diduga akibat faktor teknis kendaraan serta beban muatan.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Petugas Unit Turjawali Satlantas Polres Pringsewu langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penjagaan serta rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup guna mengantisipasi kemacetan yang lebih panjang.
“Arus kendaraan memang sempat tersendat karena sebagian badan jalan tidak bisa dilalui. Namun, petugas di lapangan segera melakukan pengaturan agar kendaraan tetap dapat melintas secara bergantian,” ujarnya.
Proses evakuasi dan perbaikan kendaraan masih berlangsung hingga siang hari.
Polisi juga berkoordinasi dengan pihak terkait agar kendaraan segera dipindahkan sehingga arus lalu lintas kembali normal.
Kadek mengimbau para pengendara yang melintas di kawasan tersebut untuk tetap berhati-hati, mengurangi kecepatan kendaraan, serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
“Kami meminta masyarakat tetap bersabar dan mengikuti instruksi petugas. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama,” tegasnya.
(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)