Kesaksian Fadli Kernet Bus ALS yang Selamat dari Kecelakaan Maut di Muratara, 'Yang Tengah Terjepit'
Welly Hadinata May 07, 2026 01:27 PM

SRIPOKU.COM, MURATARA – Muhamad Fadli (29), kernet Bus Antar Lintas Sumatera (ALS), menjadi salah satu dari empat korban selamat dalam kecelakaan maut di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel.

Kecelakaan maut melibatkan bus ALS dan truk tangki minyak di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (6/5/2026) siang.

Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 16 orang meninggal dunia akibat terjebak dalam kebakaran usai tabrakan.

Selain itu, tiga korban mengalami luka berat dan satu korban lainnya mengalami luka ringan.

Fadli, warga Sibolga, mengalami luka ringan pada kedua betis dan lengan kiri. 

Saat ditemui di RSUD Rupit, Kamis (7/5/2026), ia menceritakan detik-detik kecelakaan yang nyaris merenggut nyawanya.

Menurut Fadli, bus ALS yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi mencoba menghindari lubang di jalan.

Namun dari arah berlawanan datang truk tangki minyak dengan kecepatan tinggi hingga tabrakan tidak dapat dihindari.

“Mobil itu tabrakan,” ujar Fadli.

Benturan keras membuat kaca depan bus pecah. Melihat situasi semakin berbahaya, Fadli langsung melompat keluar melalui kaca depan untuk menyelamatkan diri.

“Tabrakan itu di bagian tengah, jadi saya tidak terjepit. Saya lompat dari kaca depan karena pintu sudah tidak bisa dibuka,” katanya.

Tak lama setelah tabrakan, api langsung membesar dari bagian depan bus dan asap hitam memenuhi kabin kendaraan. Saat kejadian, sebagian besar penumpang diketahui sedang tertidur.

“Setelah tabrakan api langsung besar. Saya lari ke belakang dan diikuti tiga orang lainnya. Itulah yang membuat kami selamat,” ungkapnya.

Sementara penumpang lain tidak sempat keluar dari dalam bus hingga akhirnya meninggal dunia akibat terbakar.

Fadli menjelaskan, bus ALS tersebut membawa total 18 orang termasuk sopir dan kernet. Dari jumlah tersebut terdapat empat penumpang perempuan, termasuk seorang balita.

Bus ALS diketahui berangkat dari Semarang pada 2 Mei 2026 dengan tujuan Medan. Sebelum kecelakaan terjadi, kendaraan sempat berhenti di SPBU Kota Lubuklinggau untuk mengisi bahan bakar.

Dalam perjalanan, kata Fadli, bus juga sempat mengalami gangguan teknis, namun masih dapat diperbaiki sehingga perjalanan dilanjutkan.

“Di jalan sempat ada masalah, tapi bisa diatasi sopir dan perjalanan dilanjutkan,” tutupnya.

Saat ini, empat korban selamat masih menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit, sementara seluruh korban meninggal telah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk proses identifikasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.