Setelah PSIM Yogyakarta, Kini Pemain Pinjaman Persija Ingin Antar PSS Sleman Juara
Hari Susmayanti May 07, 2026 02:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemain PSS Sleman, Figo Dennis, mengaku bangga bisa kembali membawa tim asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. 

Setelah sebelumnya sukses mengantar PSIM Yogyakarta menjuarai Liga 2 musim 2024/2025, kini ia kembali memiliki peluang menorehkan pencapaian serupa bersama PSS Sleman.

PSS Sleman sendiri dijadwalkan menghadapi Garudayaksa FC pada partai final Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026) pukul 19.00 WIB.

Laga ini menjadi kesempatan bagi pemain pinjaman Persija Jakarta untuk melengkapi musim impresifnya dengan gelar juara bersama PSS.

Menjelang pertandingan final, Figo mengaku tetap merasakan ketegangan seperti pemain lainnya.

Namun, ia menyebut rasa gugup tersebut hanya muncul sesaat dan tidak sampai mengganggu kondisi mental maupun waktu istirahatnya.

“Kalau rasa gugup pasti ada, tapi itu hanya sesaat saja. Kalau soal tidur, masih aman dan tidak ada masalah,” ujar Figo, Kamis (7/5/2026).

Pemain yang beroperasi di lini tengah itu juga sempat mengalami cedera saat menghadapi PSIS Semarang.

Meski mengaku kecewa karena harus ditarik keluar di laga penting, kondisinya kini terus membaik dan fokus menjalani pemulihan agar siap tampil maksimal di final.

“Pasti ada sedikit rasa kecewa karena cedera di pertandingan penting, tapi sekarang saya hanya butuh pemulihan yang cukup,” katanya.

Figo menegaskan bahwa pemulihan kondisi fisik menjadi prioritas utama tim sebelum menghadapi Garudayaksa FC. Ia berharap stamina seluruh pemain kembali optimal agar mampu memberikan performa terbaik di laga puncak.

“Yang paling utama adalah pemulihan agar stamina bisa kembali 100 persen. Target tim pastinya ingin memberikan yang terbaik dan menjadi juara,” lanjutnya.

Dukungan keluarga juga menjadi motivasi tambahan bagi Figo di partai final nanti. Ia memastikan keluarganya akan hadir langsung di stadion untuk memberikan dukungan kepada dirinya dan PSS Sleman.

“Iya, keluarga datang,” katanya singkat.

Baca juga: Rekor Gacor PSS Sleman di Maguwoharjo Jelang Final Vs Garudayaksa FC

Keberhasilan membawa dua tim berbeda promosi dalam dua musim beruntun menjadi pencapaian yang sangat berarti bagi Figo.

Ia mengaku bangga karena bisa terus memberikan kontribusi terbaik di setiap klub yang dibelanya.

“Perasaan saya pasti sangat senang dan bangga. Bisa menjalani proses seperti ini dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk setiap tim yang saya bela. Mungkin memang rezekinya bisa membawa dua tim promosi,” ujar Figo.

Saat ditanya mengenai perbedaan atmosfer suporter PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman, Figo menilai keduanya memiliki loyalitas dan dukungan yang sama besar terhadap tim masing-masing.

“Kalau soal suporter, keduanya sama-sama luar biasa dan sangat solid. Mereka selalu memberikan dukungan penuh dalam situasi apa pun yang dialami tim. Jadi, kedua basis suporter ini cukup solid,” jelasnya.

Figo juga menceritakan proses adaptasinya di PSS Sleman. Bergabung pada putaran ketiga, ia harus membangun chemistry dengan pemain tengah lain seperti Dominikus Dion dan Frederic Injai.

Menurutnya, komunikasi intens dengan rekan setim dan pelatih menjadi kunci agar permainan tim semakin padu.

“Kesulitan pasti ada di awal, tapi saya sering mengobrol dengan Injai, Dion, dan juga pelatih mengenai strategi dan skema permainan yang diinginkan. Seiring berjalannya waktu, kami akhirnya bisa saling terkoneksi dengan baik,” tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.