Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, SIGI - Pemerintah Kabupaten Sigi terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus memperkuat ketahanan sektor pertanian daerah.
Komitmen itu disampaikan Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae saat menghadiri Forum Kemitraan Multipihak (FKMP) bertema “Bincang Iklim dan Ketangguhan Petani” di Rumah Makan Latoratima, Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Baca juga: IGIP Targetkan 80 Ribu Tenaga Kerja Saat Beroperasi, Dorong Tenaga Kerja Lokal Morowali Bersaing
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Sigi, Ilyas Nawawi, Kepala Bapperida Sigi, Agus Munandar, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Sigi, Moh Afit Lamakarate, serta sejumlah organisasi masyarakat sipil, NGO, komunitas lingkungan dan tim teknis terkait.
Dalam forum tersebut, Bupati Rizal Intjenae menegaskan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah daerah, NGO, komunitas, akademisi hingga pelaku usaha untuk memperkuat ketahanan petani di tengah ancaman perubahan iklim.
Menurutnya, Kabupaten Sigi memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya komoditas kakao, kopi dan cokelat lokal yang dinilai mampu bersaing dengan produk daerah lain apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
“Pemerintah daerah siap berkolaborasi dan membuka ruang seluas-luasnya untuk kerja sama. Saya membutuhkan pemikiran dan rekomendasi dari teman-teman NGO serta semua pihak agar kita bisa membangun pertanian Sigi yang lebih maju dan berkelanjutan,” ujar Rizal, Kamis (7/5/2026).
Baca juga: Prediksi Skor Aston Villa vs Nottingham Forest: Siapa Wakili Inggis di Babak Final Liga Eropa?
Ia mengungkapkan, Pemkab Sigi saat ini tengah mendorong pengembangan pertanian berbasis lingkungan dan pertanian organik guna meningkatkan kualitas hasil produksi sekaligus menjaga keberlanjutan alam.
Selain itu, Rizal juga menyoroti pentingnya menjaga kawasan lingkungan dan daerah penyangga agar tidak menimbulkan dampak kerusakan terhadap ekosistem, termasuk ancaman terhadap kawasan danau serta sumber air masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Rizal menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah memperoleh dukungan bantuan sekitar 1,5 juta bibit kakao dari pemerintah pusat sebagai bagian dari penguatan sektor perkebunan rakyat.
Ia menilai penguatan sektor kakao harus dibarengi dengan edukasi kepada petani mengenai teknik budidaya yang baik, termasuk pola pemangkasan tanaman agar produktivitas meningkat.
“Kakao Sigi punya kualitas yang sangat baik. Tinggal bagaimana kita memperkuat pendampingan petani dan pengelolaan yang benar agar hasilnya lebih maksimal,” katanya.
Bupati juga menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga perubahan pola pikir masyarakat menuju kehidupan yang lebih sehat, produktif dan berwawasan lingkungan.
Baca juga: Sulawesi Tengah Siapkan Tenun Donggala untuk Ekspor ke Timur Tengah
Karena itu, ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi mampu menghasilkan langkah konkret dan rekomendasi bersama yang dapat diimplementasikan pemerintah daerah bersama seluruh mitra pembangunan.
“Saya membuka ruang seluas-luasnya untuk diskusi dan kolaborasi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama untuk memastikan pertanian menjadi kekuatan ekonomi masyarakat Sigi ke depan,” tegasnya.
Melalui forum tersebut, Pemkab Sigi berharap lahir berbagai inisiatif kolaboratif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus memperkuat kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.(*)