TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kernet Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang selamat dari kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), tampak hadir saat proses olah tempat kejadian perkara (TKP), Kamis (7/5/2026) pagi.
Kehadiran kernet yang berhasil selamat itu menjadi perhatian di tengah proses penyelidikan kecelakaan tragis yang menewaskan 16 orang tersebut.
Pantauan Tribun di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB, suasana duka masih terasa kuat. Aroma benda terbakar bahkan masih menyelimuti area kecelakaan.
Bekas kebakaran hebat tampak jelas di sekitar lokasi kejadian.
Sejumlah pohon dan lahan di pinggir jalan terlihat menghitam setelah dilalap api usai tabrakan antara Bus ALS dan mobil tangki BBM PT Seleraya.
Kernet bus yang selamat itu tampak memperhatikan proses pemeriksaan yang dilakukan aparat kepolisian.
Ia sebelumnya menjadi salah satu saksi kunci yang memberikan keterangan terkait detik-detik sebelum kecelakaan maut terjadi.
Baca juga: Motif Pembunuhan Ustazah di Banjarbaru Terungkap, Pelaku Kepepet Kebutuhan, Sempat Pinjam Uang
Petugas kepolisian terlihat memeriksa setiap sudut bangkai Bus ALS dan mobil tangki yang hangus terbakar akibat benturan keras dan ledakan api.
Sementara itu, Tim Bidlabfor Polda Sumsel turut melakukan pemeriksaan mendalam guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan dan kebakaran hebat tersebut.
Saat proses pemeriksaan berlangsung, petugas masih menemukan sisa minyak di dalam mobil tangki ketika dilakukan pengecekan oleh tim laboratorium forensik.
Temuan tersebut diduga berkaitan dengan sumber api yang menyebabkan kobaran besar hingga menghanguskan kedua kendaraan.
Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan pihak kepolisian untuk memastikan kronologi lengkap serta penyebab utama kecelakaan maut di Jalinsum Muratara tersebut.
Kernet Bus ALS Beri Keterangan
Dalam proses olah TKP itu, kernet Bus ALS yang selamat dalam kecelakaan tersebut juga tampak hadir di lokasi kejadian.
Ia terlihat memberikan keterangan kepada pihak kepolisian terkait detik-detik sebelum kecelakaan terjadi.
Selain dua kendaraan utama yang terlibat kecelakaan, di lokasi kejadian juga ditemukan dua unit sepeda motor dalam kondisi hangus terbakar yang disebut muatan Bus ALS.
Selama proses olah TKP berlangsung, arus lalu lintas di Jalinsum Muratara diberlakukan buka tutup arus oleh petugas kepolisian guna mengurai kemacetan kendaraan.
Baca juga: Ahmad Dhani Bereaksi Keras saat El Rumi Usul Dul Jaelani Nikah di KUA: Saya Bapaknya, Terserah Saya
Kondisi jalan berlubang di sekitar lokasi kejadian juga tidak luput dari pemeriksaan pihak Polda Sumsel.
Jalan rusak tersebut diduga menjadi salah satu faktor pemicu awal kecelakaan maut yang menewaskan 16 orang itu.
Petugas tampak memeriksa titik benturan, posisi kendaraan, hingga kondisi jalan di sekitar lokasi kejadian.
Diketahui, kecelakaan maut antara Bus ALS dan mobil tangki BBM terjadi pada Rabu (6/5/2026) siang.
Insiden itu menyebabkan kedua kendaraan terbakar hebat dan menewaskan 16 orang.
Seluruh jenazah korban kini telah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Sementara korban selamat masih menjalani perawatan di RSUD Rupit, Muratara.
Kasat Lantas Polres Muratara, AKP M Karim saat dikonfirmasi wartawan Tribun Sumsel mengatakan, saat ini anggota Satlantas Polres Muratara masih berada di tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP.
"Bus yang terbakar di Kecamatan Karang Jaya. Anggota masih di TKP untuk penyelidikan," katanya.
Karim juga menyampaikan bahwa hingga saat ini belum diketahui secara pasti kronologi, penyebab kejadian, maupun ada atau tidaknya korban dalam peristiwa tersebut.
Di lokasi kejadian, wartawan TribunBengkulu.com melihat petugas sedang menyisir titik tabrakan sambil memeriksa kondisi badan bus ALS yang hangus terbakar hingga menyisakan rangka besi berwarna hitam kecokelatan di pinggir Jalinsum.
Garis polisi dipasang mengelilingi bangkai kendaraan untuk membatasi warga yang mendekat ke area penyelidikan.
Sejumlah personel terlihat berjalan perlahan di badan jalan yang masih basah sambil mengamati bekas benturan, serpihan material kendaraan, hingga titik-titik yang diduga menjadi awal kobaran api.
Polisi juga mendokumentasikan kondisi jalan, termasuk lubang di aspal yang diberi tanda cat putih sebagai bagian dari proses identifikasi di lokasi kejadian.
Di sekitar lokasi, barang-barang milik penumpang tampak berserakan di pinggir jalan bercampur dengan puing kendaraan yang terbakar.
Tumpahan buah kelapa juga terlihat memenuhi bahu jalan bersama rangka sepeda motor yang hangus terbakar.
Akibat peristiwa tersebut, warga dan para pengguna jalan yang melintas sempat panik karena api membakar seluruh bagian bus.
Selain itu, kecelakaan tersebut juga menyebabkan arus lalu lintas di lokasi kejadian mengalami kemacetan cukup panjang.
Arus lalu lintas di Jalinsum bahkan sempat diberlakukan buka tutup saat proses olah TKP berlangsung.
Kendaraan yang melintas diminta memperlambat laju karena petugas masih melakukan penyisiran dan pengumpulan barang bukti di lokasi kecelakaan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, pengemudi bus diduga kehilangan jalur ketika mencoba menghindari kerusakan jalan.
"Dari hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga karena faktor human error, di mana pengemudi bus ALS berupaya menghindari lubang di badan jalan, lalu mengambil jalur kanan," kata Nandang, Kamis (7/5/2026) kepada Kompas.com.
Saat bus masuk ke jalur kanan, dari arah berlawanan, melaju truk tangki BBM milik PT Seleraya yang dikemudikan sopir bernama Hariyanto alias Yanto.
Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindarkan. Benturan keras memicu kebakaran hebat hingga menghanguskan bus dan truk tangki beserta sejumlah korban di dalamnya.
"Dari insiden ini menyebabkan 16 orang meninggal dunia. Tiga orang dilaporkan mengalami luka berat dan satu orang mengalami luka ringan," ungkap Nandang.
Posko DVI Untuk mendukung proses identifikasi korban meninggal dunia yang mayoritas mengalami luka bakar serius, Biddokkes Polda Sumsel bersama RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang membuka Posko Disaster Victim Identification (DVI).
"Ke-16 jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh tim forensik," ucapnya.
Akibatnya, 16 orang tewas dalam kecelakaan tersebut, di mana 14 orang merupakan penumpang bus ALS dan dua orang dari sopir tangki minyak.
Jenazah korban hingga kini belum berhasil dikenali karena kondisi tubuh yang sulit diidentifikasi, sehingga petugas rumah sakit terpaksa memberi nomor urut pada masing-masing jenazah.
Para korban dibawa ke Rumah Sakit Siti Aisyah Kota Lubuklinggau.
Humas RS Siti Aisyah, Yassir Watera mengatakan, untuk kelanjutannya 16 kantong ini dititipkan oleh Polres Muratara karena hanya RS Siti Aisyah yang memiliki ruang pemulasaraan jenazah.
"Jadi sebelum ada perintah dari kepolisian, kami tidak berani apa-apa. Buka (kantong jenazah) saja tidak berani kami," kata Yassir pada Tribunsumsel.com.
Yassir menyampaikan untuk nama-namanya belum didapatkan, tetapi sekarang dinomorkan sesuai dengan urutan nomor kantong jenazah yang masuk.
"Begitu turun langsung saya nomorkan, totalnya 16 kantong. Kami menerimanya pukul 17.00 WIB," ungkapnya.
Kemudian untuk korban yang selamat belum diketahui karena tidak ikut dibawa ke RS Siti Aisyah Kota Lubuklinggau.
"Yang dirawat (4 korban selamat) tidak ada di sini. Untuk tindak lanjutnya, kami menunggu dari pihak kepolisian," ujarnya.
Sementara penumpang selamat diinformasikan 4 orang, kini menjalani perawatan di Puskesmas Karang Jaya, 3 luka mengalami bakar serius, dan 1 lecet-lecet.
Insiden ini memicu kepanikan luar biasa bagi para penumpang dan warga sekitar hingga histeris.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan pendataan terhadap seluruh korban kecelakaan maut tersebut.
Proses identifikasi korban juga masih berlangsung melalui tim DVI di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, sementara petugas di lapangan masih mengumpulkan barang bukti serta keterangan saksi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan Bus ALS dan truk tangki di Jalinsum Karang Jaya, Muratara.
(Tribunnewsmaker.com/Tribunbengkulu.com/Suryadi Jaya)