TRIBUNNEWS.COM - Lagu Ancika yang dibawakan Ariel Noah sebagai OST film Dilan ITB 1997 viral di TikTok dan trending di YouTube pada April 2026, karena menghadirkan nuansa nostalgia sekaligus romantisme khas karya Pidi Baiq yang diadaptasi ke layar lebar.
Lagu ini menyentuh hati banyak pendengar karena liriknya yang sederhana namun penuh makna tentang cinta, kerinduan, dan perjalanan hidup.
Ariel NOAH, yang memiliki nama asli Nazril Irham, adalah seorang musisi, penyanyi, dan penulis lagu legendaris asal Indonesia yang dikenal sebagai vokalis utama dari grup band Peterpan yang kemudian bertransformasi menjadi NOAH.
Sejak awal kemunculannya di industri musik, ia telah menjadi ikon pop-rock nasional berkat kharisma panggungnya yang luar biasa, kemampuan menulis lirik puitis yang mendalam, serta karakter vokal baritone yang sangat khas dan mudah dikenali.
Selain bersama NOAH, Ariel kini memulai merilis single dan berduet dengan sejumlah penyanyi.
Bahkan pada tahun 2026, Ariel NOAH merambah dunia layar lebar dengan menjadi peran utama dalam film Dilan Dilan ITB 1997 yang disutradarai Fajar Bustomi dan Pidi Baiq.
Bersamaan dengan itu, Ariel Noah menghadirkan karya terbaru berjudul "Ancika" yang dipercaya sebagai original soundtrack film “Dilan ITB 1997”.
Lagu ini menjadi lanjutan dari perjalanan Ariel dalam semesta Dilan, setelah sebelumnya merilis “Dulu Kita Masih Remaja” dan “senang dengar suaramu lagi” berkolaborasi dengan Raisa.
Lagu Ancika - Ariel Noah dirilis di YouTube Musica Studios pada 6 Mei 2026.
“Ancika” merupakan lagu yang ditulis oleh Ghea Indrawari, penyanyi muda berbakat sekaligus penulis lagu yang dikenal lewat karya emosional dengan lirik yang relate terhadap banyak orang.
“Ancika” hadir sebagai representasi cinta yang lebih dalam, ketika hubungan tidak lagi sekedar perasaan, tetapi tentang keberanian untuk meminta kepastian.
Lagu ini berangkat dari satu pertanyaan sederhana namun mendalam: “Bolehkah aku memilikimu?” sebuah pertanyaan yang pada akhirnya hadir dalam setiap perjalanan cinta.
Baca juga: Kunci Gitar Senandung Harapan - Feby Putri Ft Noh Salleh: Senandung Harapan Telah Kita Ucap Kembali
Melalui lirik “Jalan yang sunyi membawa ku pergi, berlabuh di ujung pelangi”, lagu ini menggambarkan perjalanan emosional seseorang yang sebelumnya berjalan dalam kesendirian, hingga akhirnya menemukan sosok yang mampu mengubah segalanya.
Pesan lagu ini semakin kuat, ketika cinta tidak lagi disimpan dalam diam, melainkan diungkapkan secara jujur.
Di sisi lain, lagu ini juga menyiratkan rasa aman dalam sebuah hubungan, menjadi simbol bahwa pada akhirnya, cinta bukan hanya tentang menemukan, tetapi juga tentang pulang.
Ariel NOAH menyampaikan bahwa setiap cinta, pada akhirnya membutuhkan jawaban. Bukan sekadar tentang rasa, tetapi tentang keberanian untuk bertanya dan kepastian untuk melangkah bersama.
Sebagai bagian dari film Dilan ITB 1997, lagu ini memperkuat dinamika hubungan antara Dilan dan Ancika yang berada di fase lebih serius.
Sebagai sosok yang menggantikan posisi Milea di hati Dilan, karakter Ancika selalu memicu rasa penasaran.
Lagu ini dianggap berhasil menggambarkan sosok Ancika yang kuat namun manis melalui perspektif Dilan (Ariel).
Suara Ariel NOAH yang khas dengan nuansa deep dan emosional memberikan kedalaman pada lagu ini. Banyak pendengar yang merasa vokal Ariel sangat pas mewakili karakter Dilan yang sudah lebih dewasa di masa kuliah (1997).
Berikut lirik dan kunci gitar lagu Ancika - Ariel Noah dengan chord dasar yang mudah dimainkan:
[Intro:]
jalan yang sunyi
membawaku pergi
berlabuh di ujung pelangi
relung jiwaku
tak lagi kelabu
mungkin karena kutemukan dirimu
[Pra-Reff:]
ragu tak lagi
menutup mataku
kau terang dalam gelapku
[Reff:]
bolehkah kuminta hatimu
tuk kujadikan milikku
hingga akhir sang waktu
kau tetap milikku
seribu kisah yang lalu
telah sirna karena hadirmu
hingga akhir sang waktu
ku tetap milikmu
kau bilang langit tak akan runtuh
meski ku pergi
namun hanya kau tempatku kembali
[Reff:]
bolehkah kuminta hatimu
tuk kujadikan milikku
hingga akhir sang waktu
kau tetap milikku
seribu kisah yang lalu
telah sirna karena hadirmu
hingga akhir sang waktu
ku tetap milikmu
kau tetap milikku
kau tetap milikku
hingga akhir sang waktu
kau tetap milikku
kau tetap milikku
kau tetap milikku
hingga akhir sang waktu
ku tetap milikmu
berlabuh di ujung pelangi
(Tribunnews.com)