TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Fenomena suhu udara ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara selama hampir satu bulan terakhir memicu perhatian serius mengenai potensi kekeringan.
Kondisi cuaca yang tidak menentu ini mendorong Bupati Malinau Wempi W Mawa untuk segera mengambil langkah mitigasi guna melindungi keselamatan seluruh masyarakat.
Pemkab Malinau secara aktif memantau kondisi lapangan untuk memastikan dampak cuaca panas tidak mengganggu stabilitas kesehatan dan ketahanan pangan di daerah.
Bupati Malinau Wempi W Mawa menekankan bahwa kesehatan fisik dan kecukupan cairan tubuh merupakan prioritas utama yang harus diperhatikan oleh setiap individu saat ini.
Baca juga: Mitigasi Dampak Cuaca Ekstrem, Pemkab Malinau Perkuat Koordinasi dengan BMKG Tanjung Harapan
"Kondisi cuaca yang sangat panas terjadi perubahan iklim, El Nino ini sudah beberapa waktu ini begitu luar biasa. Saya berpesan, banyak-banyaklah minum air putih sebelum haus. Jangan minum banyak air putih setelah haus, karena cairan dalam tubuh kita saat ini sangat membutuhkan itu," ujar Wempi W Mawa.
Selain masalah hidrasi, pemerintah daerah juga memberikan peringatan keras terkait upaya menjaga kebersihan sumber air yang ketersediaannya mulai menyusut di beberapa titik.
Bupati meminta para pekebun atau masyarakat di area hulu untuk lebih bijaksana dan tidak menggunakan bahan kimia berbahaya yang dapat mencemari aliran anak sungai.
"Potensi air saat ini berkurang. Saya ingatkan, kalau menyemprot lahan hati-hati. Bisa saja di hilir nanti orang mengonsumsi air tersebut, itu bisa berbahaya. Mari kita sama-sama berhati-hati dan bijaksana," terangnya.
Langkah preventif ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam meminimalkan risiko bencana lingkungan maupun krisis air bersih secara berkelanjutan.
(*)
Penulis : Mohammad Supri