TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Antusiasme peserta Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Provinsi Gorontalo terus meningkat menjelang pelaksanaan kegiatan pada 20–25 Juni 2026 mendatang.
Panitia mencatat, hingga awal Mei 2026 jumlah peserta yang telah melakukan registrasi mencapai sekitar 17 ribu orang dari target 30 ribu peserta dari seluruh Indonesia.
Ketua Panitia Pelaksana Penas XVII, Muljady D Mario, mengatakan angka tersebut masih sangat dinamis karena proses pendaftaran masih terus berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Gorontalo itu menyebut sejumlah daerah masih terus mengurus kedatangan kontingen mereka ke Gorontalo.
Baca juga: Luncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru 2026, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi Tegaskan Tak Ada Titipan
Meski jumlah peserta terus bertambah, panitia memastikan seluruh persiapan kegiatan nasional tersebut masih dalam kondisi terkendali.
Muljady mengatakan koordinasi antar panitia terus dilakukan agar seluruh agenda berjalan sesuai rencana.
“Persiapan Penas ini, kerja-kerja panitia bisa kita harmonisasikan, terkendali, under control,” kata Muljady.
Sebagai ketua panitia, ia mengaku memantau langsung detail kesiapan satu per satu, termasuk sektor transportasi peserta selama berada di Gorontalo.
Menurutnya, panitia juga memastikan kesiapan teknis, mulai dari fasilitas umum seperti toilet hingga kesiapan penyambutan tamu VVIP saat tiba di Gorontalo.
Terbaru, panitia telah mendapatkan dukungan operasional berupa 19 unit bus bantuan dari Kementerian Perhubungan.
Bus tersebut sudah termasuk dukungan bahan bakar minyak dan sopir untuk mendukung mobilitas peserta selama kegiatan berlangsung.
Selain bus, panitia juga mulai mematangkan kesiapan armada bentor yang akan menjadi transportasi khas Gorontalo selama Penas berlangsung.
Bentor nantinya disiapkan sebagai moda antarjemput peserta di berbagai titik kegiatan.
“Jumlahnya kurang lebih 4.000 unit. Bentor akan dilengkapi rompi, diasuransikan, diregistrasi, serta diberi nomor dan stiker,” jelas Muljady.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan peserta selama menggunakan layanan transportasi lokal tersebut.
Tak hanya fokus pada kedatangan peserta, panitia juga mulai memetakan keseluruhan agenda kegiatan yang akan berlangsung selama Penas XVII.
Muljady menyebut terdapat 26 item kegiatan yang disiapkan untuk petani dan nelayan dari seluruh Indonesia.
“Ada pameran, gelar teknologi, temu wicara, lomba keterampilan, unjuk tangkas, pagelaran seni budaya, festival, temu bisnis, temu profesi, dan banyak kegiatan lainnya,” ujarnya.
Di sisi lain, sejumlah provinsi bahkan mulai mengirimkan tim pendahulu atau advance team ke Gorontalo untuk memastikan kesiapan daerah tuan rumah sebelum kontingen utama datang.
Tim tersebut melakukan peninjauan langsung mulai dari alur kedatangan di bandara hingga lokasi penginapan.
“Mereka memastikan alur tiba di bandara, penginapannya, mengecek hotel untuk peninjau dan pendamping, atau mungkin kepala daerahnya,” kata Muljady.
Ia menyebut hingga saat ini sudah sekitar 15 provinsi yang mengirimkan tim peninjau ke Gorontalo.
Beberapa di antaranya berasal dari Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, DIY, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Maluku, hingga Papua. (*)