Profil Murat Yakin di Piala Dunia 2026 - Pelatih Timnas Swiss yang Jago Taktik, Stylish, & Modis
Tiara Shelavie May 07, 2026 08:57 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Mengenal sosok Murat Yakin, pelatih timnas Swiss untuk Piala Dunia 2026. Murat Yakin dilabeli sebagai si tampan yang jago taktik.

Pada Piala Dunia 2026, timnas Swiss besutan Murat Yakin tergabung di Grup B bersama Kanada, Bosnia and Herzegovina, dan Qatar.

Murat Yakin mulai menangani Timnas Swiss sejak 2021 setelah menggantikan Vladimir Petkovic. Sebagai mantan pemain timnas, Yakin memahami karakter sepak bola Swiss dengan sangat baik.

Karier kepelatihannya dimulai sejak 2006 dengan melatih sejumlah klub lokal. Pengalaman tersebut membentuk pendekatan taktik yang menekankan disiplin dan organisasi permainan.

Di bawah arahannya, Swiss tampil solid di Piala Dunia 2022 meski harus tersingkir di babak 16 besar.

Mereka kalah telak 1-6 dari Portugal dalam pertandingan yang menjadi evaluasi besar bagi tim.

Di Euro 2024, Yakin membawa Swiss melangkah hingga perempat final setelah menyingkirkan Italia. Mereka kemudian tersingkir lewat adu penalti melawan Inggris dalam laga ketat.

Pelatih Swiss Murat Yakin melambai kepada pendukungnya menjelang pertandingan sepak bola Grup G Piala Dunia Qatar 2022 antara Swiss dan Kamerun di Stadion Al-Janoub di Al-Wakrah, selatan Doha pada 24 November 2022. (Fabrice COFFRINI / AFP)
LAMBAIKAN TANGAN - Pelatih Swiss Murat Yakin melambai kepada pendukungnya menjelang pertandingan sepak bola Grup G Piala Dunia Qatar 2022 antara Swiss dan Kamerun di Stadion Al-Janoub di Al-Wakrah, selatan Doha pada 24 November 2022. (Fabrice COFFRINI / AFP) (AFP/FABRICE COFFRINI)

Sosok Good Looking

Ada beberapa aspek yang bisa dibahas dari pelatih kelahiran Basel, Swiss, 15 September 1974 ini.

"Murat Yakin memiliki paras sinematik, sehingga dia tampak seperti orang yang akan dipanggil untuk menyelamatkan Liam Neeson (aktor film)," tulis NYT.

Yang kedua, adalah bagaimana sang juru taktik membawa timnas Swiss tampil sebagai kekuatan kejutan pada Piala Dunia kali ini.

Secara keseluruhan, ini menjadi World Cup kedua bagi Murat Yakin sebagai manajer timnas Swiss.

Baca juga: Profil Marcelo Bielsa, Sosok di Balik Kebangkitan Timnas Uruguay untuk Piala Dunia 2026

Dalam Piala Dunia pertamanya yang digelar di Qatar, Swis lolos ke fase knockout

Namun, di 16 besar, mereka justru digulung Portugal 1-6. Kekalahan telak tersebut membuat posisi Murat Yakin disorot. Namun, Asosiasi Sepak Bola Swis mempertahankan sang pelatih, hingga saat ini.

Murat Yakin berhasil membawa Swis lolos langsung ke Piala Dunia 2026 setelah meraih juara Grup B kualifikasi, dengan rapor 4 kemenangan dan 2 kali imbang dari 6 laga kualifikasi.

Dalam empat laga awal, Swis tidak terkalahkan, tiga di antaranya menang, dan semuanya berakhir dengan clean sheet.

Pertahanan yang kokoh, sistem permainan yang sama, serta menurunkan pemain yang tidak banyak perubahan adalah faktor yang membuat Swis berhasil ke Piala Dunia 2026.

Perjuangan Murat Yakin

Murat Yakin lahir di pinggiran Basel, Muttenz. Dia putra dari pasangan ayah yang bekerja sebagai tukang las, dan ibunya berprofesi sebagai perawat.

Murat Yakin adalah mantan bek timnas Swiss.

Dalam karier profesional sebagai pesepak bola, dia bermain untuk A-Team sejak 1994 hingga 2004 dalam 49 laga dengan mencetak empat gol.

Kariernya sebagai pemain timnas Swis ditandai pula dengan kegagalannya masuk skuad untuk Piala Dunia 1994 silam.

Bergeser ke karier manajerial. Murat Yakin mengawali karier kepelatihannya sebagai asisten pelatih di Concordia Basel, Grasshoppers sebelum akhirnya mendapatkan posisi sebagai pelatih kepala di FC Frauenfeld.

Pada 2008 hingga 2009 dia dipercaya menangani tim B Grasshoppers.

Juli 2009, Murat Yakin mendapatkan posisi pelatih pertamanya dengan FC Thun di Liga Challenge Swis, divisi kedua.

Selama dua musim, ia memimpin 74 pertandingan dengan rata-rata 1,72 poin per pertandingan, membimbing tim meraih gelar liga pada 2010 dan mendapatkan promosi ke Liga Super Swis.

Keberhasilan ini menandai terobosan, membangun reputasi Murat Yakin dalam membangun tim yang tangguh dan terorganisir. Sejak saat itu, kariernya sebagai pelatih pun semakin menantang dan menarik.

Pemain timnas Swiss, Granit Xhaka memiliki penilaian khusus kepada pelatihnya itu.

"Dia (Murat Yakin-red) bukan sekadar pelatih, namun juga pengatur diriku. Aku menjadi lebih dewasa dan tenang dalam permainan berkat dirinya," puji Granit Xhaka.

Sementara itu, Murat Yakin menyikapi Piala Dunia 2026 dengan optimis, untuk memadukan pemain muda dan berpengalaman terhadap skuadnya nanti.

"Pengalaman bisa menjadi penentu di panggung besar. Meski begitu, sama pentingnya untuk terus mengembangkan tim di sela-sela turnamen dan menyegarkannya dengan mengintegrasikan pemain muda," ujarnya, dikutip dari laman resmi FIFA.

"Perubahan adalah hal yang konstan bagi tim nasional. Bagi saya, performa sangat penting. Siapa pun yang tampil di level tertinggi untuk klubnya berhak mendapat kesempatan untuk memainkan perannya dalam tim nasional yang solid," sambungnya menjelaskan.

Swiss mengawali perjuangan mereka di Piala Dunia 2026 melawan Qatar pada 14 Juni. Berselang lima hari, skuad tempur Murat Yakin menghadapi Bosnia and Herzegovina, yang kemudian ditutup kontra Kanada pada 25 Juni.

(Tribunnews.com/Giri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.