Bupati Hamenang Minta Pola Komunikasi Antara SPPG dan Mitra MBG di Klaten Diperbaiki: SOP Dijalankan
Rifatun Nadhiroh May 07, 2026 09:16 PM

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, meminta pola komunikasi antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperbaiki.

Hal itu disampaikan saat rapat evaluasi pelaksanaan MBG di Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Kamis (7/5/2026).

Rapat evaluasi tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, stakeholder dari Badan Gizi Nasional (BGN), kepala SPPG, hingga mitra yayasan pelaksana MBG di Kabupaten Klaten.

Usai rapat, Hamenang menegaskan seluruh SPPG wajib menaati aturan yang telah ditetapkan oleh BGN demi menjaga kualitas dan keamanan program MBG.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo hadiri rapat evaluasi program makan bergizi gratis (MBG) dilakukan di Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Kamis (7/5/2026
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo hadiri rapat evaluasi program makan bergizi gratis (MBG) dilakukan di Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Kamis (7/5/2026 (TribunSolo.com/Ibnu DT)

“Untuk SPPG monggo taati aturan, yang sudah diberikan oleh BGN,” ujar Bupati Hamenang.

Menurutnya, standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan harus dijalankan secara disiplin guna meminimalisir potensi terjadinya insiden dalam pelaksanaan program.

Baca juga: Mas Bupati Hamenang Ajak Masyarakat Ramaikan Klaten International Cycling Festival Digelar 17-24 Mei

“Semua SOP wajib hukumnya dijalankan, sehingga meminimalisir risiko terjadinya kecelakaan,” jelasnya.

Selain soal penerapan SOP, Hamenang juga menyoroti pentingnya memperbaiki pola komunikasi antar pihak yang terlibat dalam program MBG.

“Yang kedua, perbaiki pola komunikasi antara SPPG dengan mitra MBG. Artinya, berkaitan dengan yayasan, dengan kepala dapur, dan juga ahli gizi,” ucapnya.

Ia menegaskan, program MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang tidak hanya bertujuan meningkatkan asupan gizi anak, tetapi juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Jangan lupa, program Pak Presiden ini keinginannya ada kemudian bisa dinikmati warga masyarakat secara perekonomian,” katanya.

Karena itu, ia berharap rantai pasok kebutuhan MBG dapat melibatkan pelaku UMKM lokal di masing-masing wilayah agar perputaran ekonomi turut dirasakan masyarakat.

“Maka untuk supply chain-nya, harapannya UMKM-UMKM yang ada di lokal di wilayah itu kemudian dilibatkan menjadi supplier,” imbuhnya.

Hamenang juga mengimbau masyarakat agar tidak takut terhadap program MBG. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah baik dari pemerintah pusat yang tetap perlu diawasi bersama.

Baca juga: Lomba Logo HUT ke-222 Klaten Digelar, Bupati Hamenang Ajak Warga Bersinergi Bangun Daerah

“Ini adalah program yang baik sebenarnya dari pemerintah pusat, tapi tetap kita bersama-sama harus mengawasi, mengawal, sehingga harapannya tidak terus jadi (insiden),” tegasnya.

Kepada para orang tua siswa penerima manfaat, ia meminta agar anak-anak tetap waspada apabila menemukan makanan yang dinilai tidak layak konsumsi.

“Untuk Bapak Ibu orang tua siswa, disampaikan ke anak-anak pokoknya kalau kemudian menerima program MBG,” ujarnya.

“Icipi dulu apakah layak tidak, dimungkinkan dilihat dulu, masih layak tidak diicipi satu sendok. Kalau kira-kira memang sudah (tak wajar), tidak usah ditelan. Langsung dikembalikan,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah BGN Klaten, Yoga Angga Pratama, mengatakan pihaknya berkomitmen memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan MBG di tiap SPPG.

“Kami akan memperketat kembali penerapan SOP standar dalam pengelolaan MBG di tiap-tiap SPPG. Jadi nanti akan kami sidak juga,” ujarnya.

Ia menekankan, SOP yang telah ditetapkan oleh BGN harus diterapkan secara konsisten demi memastikan kualitas layanan program MBG tetap terjaga.

Baca juga: Info Kuliner Enak Dekat Terminal Tirtonadi Solo, Cocok untuk Makan Bareng Teman atau Keluarga

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.