Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Alexandro Novaliano Demon Paku
POS-KUPANG. COM,KUPANG - Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang sukses menggelar pelantikan dan sumpah dokter Periode XLVIII tahun 2026.
Pada periode ini terdapat 12 dokter baru yang dilantik dan diambil sumpah yang berlangsung di Gedung Rektorat Undana Lantai 3, Kamis (7/5/2026).
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi para lulusan Program Pendidikan Profesi Dokter Undana yang resmi menyandang gelar dokter dan siap mengabdi di tengah masyarakat.
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale dalam sambutannya menegaskan bahwa sumpah dokter bukan sekadar formalitas administratif untuk memperoleh izin praktik, melainkan sebuah perjanjian suci yang mengikat seorang dokter dengan Tuhan, profesi, dan kemanusiaan.
Baca juga: Undana Terima Enam Mahasiswa Asal Prancis dalam Program Joint Cultural Camp
“Sumpah yang baru saja saudara-saudara ucapkan bukan sekadar ritual formalitas agar mendapatkan izin praktik. Ini adalah perjanjian suci antara saudara dengan Tuhan, profesi, dan yang paling utama dengan kemanusiaan,” tegas Rektor.
Ia mengatakan, profesi dokter adalah profesi mulia yang diharapkan menjadi penjaga napas dan harapan masyarakat.
Menurutnya, gelar dokter yang kini melekat di depan nama para lulusan jangan sampai menjadi penghalang atau menciptakan jarak dengan masyarakat.
“Hari ini gelar dokter resmi melekat di depan nama saudara. Namun jangan biarkan gelar itu menjadi jarak antara saudara dengan masyarakat yang akan saudara layani,” ujarnya.
Rektor juga menyoroti tantangan dunia medis saat ini yang tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi dan penyakit, tetapi juga semakin berkurangnya sentuhan kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan.
Ia mengingatkan agar para dokter muda tidak menjadi pribadi yang eksklusif dan merasa berada di atas pasien.
“Jangan menjadi dokter yang mengeksklusifkan diri. Jangan biarkan jas putih yang saudara pakai menjadi tembok yang memisahkan saudara dari rakyat kecil,” katanya.
Menurutnya, pasien datang tidak hanya membawa penyakit fisik, tetapi juga harapan dan kecemasan.
Karena itu, dokter harus hadir dengan empati, kesabaran, dan kerendahan hati.
“Dokter akan dikenang bukan karena seberapa mahal praktiknya, tetapi karena kebaikan budi, tutur kata yang santun, dan kerendahan hati saat mendengarkan keluh kesah pasien,” tambahnya.
Ia pun mengajak para dokter baru untuk menjadi dokter yang membumi, yang kehadiran fisiknya menyembuhkan dan kehadiran batinnya memberi ketenangan.
“Senyum tulus seorang dokter adalah obat pertama bagi keluarga yang cemas. Penjelasan yang santun adalah penenang jiwa,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Rektor juga menyampaikan komitmen Undana dalam meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan di NTT.
Saat ini, FKKH Undana telah resmi membuka program studi spesialis, serta program pendidikan apoteker dan tengah menggagas pembukaan program studi keperawatan.
Karena itu, ia menantang para dokter muda agar tidak berhenti hanya pada jenjang dokter umum.
Baca juga: Anak Magang FKKH Undana Jadi Ujung Tombak Edukasi HIV/AIDS dan Kesehatan Mental di Puskesmas Oebobo
“NTT dan Indonesia membutuhkan pakar-pakar medis yang memahami denyut nadi daerah dan bangsa ini. Jangan berhenti di titik dokter umum. Kembalilah ke Undana dan lanjutkan pendidikan spesialis,” katanya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka di Undana.
Ia menegaskan bahwa Undana terus menjaga mutu pendidikan dokter melalui evaluasi berkelanjutan, penguatan kualitas dosen, serta kerja sama dengan rumah sakit dan puskesmas mitra.
“Sebagai bentuk pertanggungjawaban kami, pendidikan dokter di Undana tetap memperhatikan kualitas dan mutu, sehingga dokter yang lulus benar-benar kompeten dan percaya diri melayani masyarakat,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa untuk menjaga mutu lulusan, seluruh calon dokter wajib mengikuti Uji Kompetensi Nasional Program Profesi Dokter (UKNPDPD).
Pada periode ujian sebelumnya, sebanyak 14 peserta mengikuti ujian dan seluruhnya lulus first taker atau lulus pada kesempatan pertama.
“Periode ujian Februari lalu, 14 peserta mengikuti ujian dan 100 persen first taker,” katanya.
Dekan juga menyampaikan prestasi akademik lulusan periode ini yang dinilai membanggakan.
Seluruh 12 dokter baru lulus dengan predikat pujian dan rata-rata masa studi 1 tahun 8 bulan, lebih cepat dari standar normal pendidikan profesi dokter selama 2 tahun.
IPK tertinggi diraih dr. Claudio Stefanovic dengan nilai 3,93.
Sementara pada ujian kompetensi nasional, nilai CBT tertinggi diraih dr. Agustina Maria Ngoni Lobo dan dr. Claudio Stefanovic dengan skor 94,66.
“Ini menunjukkan bahwa lulusan Undana mampu bersaing secara nasional,” ujar Christina.
Salah satu dokter baru, dr. Claudio Stefanovic mengatakan mahasiswa tidak perlu ragu memilih Undana sebagai tempat menempuh pendidikan kedokteran.
Menurutnya, kualitas pendidikan di Undana terbukti mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif.
“Jangan takut kuliah di Undana di Kupang. Jangan bandingkan dengan kampus lain yang lebih ternama. Kita bisa lihat sendiri hasil lulusan kita dan nilai nasional yang dicapai,” katanya.
Ia juga menyatakan siap ditempatkan di daerah pelosok sebagai bentuk pengabdian profesi.
“Apapun tempatnya, kita tetap berproses dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan dr. Marselina Chindi Claudia Diana.
Ia berharap mahasiswa profesi dokter dapat menyelesaikan studi tepat waktu serta siap melayani masyarakat, termasuk di daerah dengan keterbatasan fasilitas.
“Kalau ditempatkan di tempat dengan fasilitas minim, saya siap. Selain pelayanan kesehatan, kita juga bisa memberikan edukasi kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga membuka peluang untuk kembali ke kampus sebagai dosen maupun melanjutkan pendidikan spesialis di Undana.
“Undana sudah membuka program studi spesialis, jadi peluang untuk lanjut sangat terbuka,” tutupnya.
Pelantikan ini menjadi langkah awal bagi 12 dokter baru Undana untuk mengabdi di berbagai daerah, khususnya di Nusa Tenggara Timur, guna menjawab kebutuhan tenaga medis sekaligus meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. (nov)