Terkuak Motif 2 Teman Dekat Nekat Habisi Nyawa HSA, Targetnya Rp30 Juta dan Rokok
Noval Andriansyah May 07, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Kendari - Terkuak motif dua teman dekat nekat menghabisi nyawa HSA (58), pedagang asal Kendari, Sulawesi Tenggara. Uang tunai Rp30 juta dan satu dus rokok diduga jadi alasan utama korban dibunuh lalu dibuang di bawah jembatan.

Kasus hilangnya HSA di Kabupaten Konawe Utara (Konut) akhirnya terungkap setelah polisi menangkap dua pelaku berinisial DI dan IF. Keduanya ternyata merupakan orang dekat korban sendiri.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak pertengahan April 2026. Beberapa waktu kemudian, HSA ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang di bawah Jembatan Meseu, Desa Tetewatu, Kecamatan Wiwirano.

Polisi menyebut pembunuhan itu sudah direncanakan. Kedua pelaku diduga mulai menyusun aksi sejak mengetahui korban baru mengambil stok dagangan rokok dalam jumlah besar.

"Berdasarkan hasil interogasi, kedua pelaku mengaku mengambil uang tunai milik korban sebesar Rp30.000.000 serta satu dus rokok dagangan," ujar Kasi Humas Polres Konawe Utara, Aipda Muhammad Iqbal, Rabu (6/5/2026), dilansir TribunnewsSultra.com.

Baca juga: Tulang Belulang Manusia Ditemukan di Rumah Kosong Bandar Lampung, Sosoknya Terungkap

Iqbal mengatakan, korban dibunuh saat perjalanan pulang dari Morowali menuju Konawe Utara pada Minggu (19/4/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita.

Saat itu, pelaku IF menyetir mobil. Korban duduk di kursi tengah, sementara DI berada di samping kiri korban.

Ketika mobil tiba di kawasan puncak Desa Tetewatu, pelaku DI tiba-tiba mencekik leher korban. Di saat bersamaan, IF memukul kepala korban berkali-kali hingga dipastikan meninggal dunia.

Setelah korban tewas, jasadnya ditutup menggunakan selimut lalu dibawa menuju Jembatan Meseu.

Di lokasi itulah kedua pelaku membuang tubuh korban ke bawah jembatan untuk menghilangkan jejak.

Tak hanya itu, polisi menyebut pelaku juga membuang ponsel korban dan meninggalkan mobil operasional korban di lahan kosong wilayah Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah.

Usai melakukan aksi tersebut, keduanya melarikan diri ke wilayah Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Kasus ini mulai terungkap setelah kakak kandung korban, AR, membuat laporan kehilangan ke Mapolres Konawe Utara pada 2 Mei 2026.

Kecurigaan keluarga makin kuat setelah mobil korban ditemukan telantar di Bahodopi dalam kondisi berantakan, namun kuncinya masih menempel.

Tim Sat Reskrim Polres Konawe Utara kemudian melakukan penyelidikan intensif hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku DI di Desa Lameruru.

Saat diperiksa, DI sempat memberi keterangan berbelit-belit dan mengaku ada sembilan pelaku lain yang terlibat.

Namun setelah didalami, DI akhirnya mengakui bahwa dirinya bersama IF merupakan pelaku utama pembunuhan tersebut.

Pelaku IF kemudian berhasil diringkus polisi di wilayah Morosi pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 03.00 Wita.

Kini kedua pelaku bersama barang bukti satu unit mobil Wuling milik korban sudah diamankan di Polres Konawe Utara untuk proses hukum lebih lanjut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.