TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA — Kontingen Sulawesi Selatan tampil impresif pada Kejuaraan Nasional Akuatik 2026 yang berlangsung di Stadion Akuatik GBK.
Atlet Sulsel sukses mengoleksi total 16 medali, terdiri atas 8 emas, 4 perak, dan 4 perunggu.
Capaian tersebut menjadi sinyal kuat berkembangnya pembinaan olahraga akuatik di Sulsel, khususnya pada nomor artistic swimming dan renang.
Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik 2026 digelar Stadion Akuatik GBK.
Ajang nasional tersebut berlangsung dalam dua tahap, yakni pada 28 April hingga 1 Mei dan dilanjutkan 5 hingga 7 Mei 2026.
Kejuaraan ini menjadi panggung penting bagi atlet daerah untuk mengukur kemampuan sekaligus menunjukkan kualitas di level nasional. Kejurnas dibuka Ketua Umum PB Akuatik Indonesia, Anindya Novyan Bakrie.
Ketua Akuatik Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Amirullah Nur Saenong, mengaku bangga atas pencapaian para atlet muda Sulsel yang mampu bersaing di level nasional.
“Alhamdulillah, ini hasil kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh tim. Kami bangga karena anak-anak mampu menunjukkan mental bertanding dan kualitas yang luar biasa di tingkat nasional,” kata Amirullah saat dihubungi Tribun Timur Rabu (7/5/2026).
Menurut Amirullah, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga akuatik di Sulsel mulai menunjukkan hasil positif.
Ia menilai para atlet tidak hanya datang untuk berpartisipasi, tetapi benar-benar mampu menjadi pesaing serius bagi daerah lain.
“Prestasi ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus memperkuat pembinaan. Sulsel punya potensi besar di cabang akuatik, dan kami ingin ke depan semakin banyak atlet yang bisa menembus level internasional,” katanya.
Dominasi Atlet Sulsel
Pada nomor renang yang berlangsung 28 April hingga 1 Mei 2026, atlet Sulsel atas nama Sabina Larasati dari kelompok umur 3 berhasil meraih medali perunggu nomor 800 meter gaya bebas serta medali perak nomor 400 meter gaya ganti perorangan.
Sementara itu, di cabang artistic swimming, atlet Sulsel tampil dominan sejak hari pertama pertandingan.
Pada hari pertama, Sulsel meraih dua medali emas melalui Andi Ahza pada nomor Torpedo KU-B dan Side Kick KU-B. Tambahan medali lainnya datang dari Nur Alyssa yang meraih perak Solo Free Junior serta Bellvania dan Shaquilla yang mempersembahkan perunggu nomor Duet Free KU-B.
Hari kedua menjadi momentum terbesar Sulsel dengan tambahan tiga emas. Aqilah Davana menjadi juara Figure KU-B, Bellvania meraih emas Solo Free KU-B, sedangkan Rani Asriani Rahman menjadi terbaik pada nomor Solo Technical Women KU-Junior.
Sulsel juga menambah tiga medali perak dan dua perunggu di hari yang sama.
Dominasi berlanjut pada hari ketiga melalui Ariana Khanzana yang meraih emas Solo Free KU-C.
Sulsel kembali menambah dua emas dari nomor Team Free KU-B serta Duet Free KU-C melalui duet Ariana Khanzana dan Dafinah Zarah.
Target Pembinaan Jangka Panjang
Amirullah menegaskan, capaian di Kejurnas Akuatik 2026 bukanlah tujuan akhir.
Prestasi ini justru akan menjadi fondasi untuk menyiapkan atlet Sulsel menuju kompetisi yang lebih besar, termasuk PON dan ajang internasional.
“Kami ingin prestasi ini menjadi awal kebangkitan akuatik Sulsel. Pembinaan usia dini akan terus diperkuat agar regenerasi atlet berjalan baik dan Sulsel bisa terus bersaing di level nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Kejurnas Akuatik 2026 sendiri diikuti 24 provinsi dari seluruh Indonesia dan menjadi ajang penting penjaringan atlet menuju Asian Games 2026.
Kompetisi tersebut dibuka langsung Ketua Umum PB Akuatik Indonesia, Anindya Novyan Bakrie.