SURYA.CO.ID - Sholawat Nariyah merupakan salah satu sholawat populer, khususnya di Indonesia.
Sholawat ini sering dibaca bersama-sama dalam majelis taklim, acara syukuran, maupun sebagai amalan pribadi setelah melaksanakan sholat fardhu.
Bacaan Sholawat Nariyah dikenal memiliki susunan kalimat yang indah dan makna yang mendalam.
Banyak ulama menganjurkan pembacaan sholawat ini sebagai sarana memohon kemudahan kepada Allah SWT atas segala kesulitan hidup.
Berikut adalah teks lengkap Sholawat Nariyah dalam tulisan Arab, Latin, serta terjemahannya.
أللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ
Allahumma shalli shalaatan kaamilatan wa sallim salaaman taamman 'ala sayyidinaa muhammadinil ladzi tanhallu bihil 'uqadu wa tanfariju bihil kurabu wa tuqdhaa bihil hawaa-iju wa tunaalu bihir raghaa-ibu wa husnul khawaatimi wa yustasqal ghamaamu biwajhihil kariimi wa 'alaa aalihii wa shahbihii fii kulli lamhatin wa nafasin bi 'adadi kulli ma'luumin laka.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan kesejahteraan yang tuntas kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan perantaranya segala ikatan (kesulitan) dapat terurai, segala kesedihan dapat dilenyapkan, segala hajat dapat terpenuhi, segala harapan dapat dicapai, dan akhir hayat yang baik (husnul khatimah) dapat diraih, serta awan mendung memberikan hujan berkat wajahnya yang mulia. Juga kepada keluarga dan para sahabatnya, pada setiap kedipan mata dan tarikan napas, sebanyak jumlah yang Engkau ketahui."
Baca juga: Sholawat Tibbil Qulub: Lirik Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya sebagai Obat
Mengutip dari berbagai literatur kitab kuning dan penjelasan para ulama, Sholawat Nariyah memiliki beberapa fadhilah atau keutamaan yang luar biasa bagi mereka yang istiqamah membacanya, di antaranya:
Meski memiliki banyak keutamaan, para guru menekankan agar umat Muslim membacanya dengan hati yang ikhlas dan penuh rasa cinta (mahabbah) kepada Nabi Muhammad SAW, bukan semata-mata karena ingin mendapatkan manfaat di dunia.