TRIBUNNEWS.COM - Soegijapranata Catholic University (SCU) di sektor putri dan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) di kategori putra sukses menjadi kampiun Campus League 2026 Basketball Regional Jogja Season 1.
Kemenangan tersebut memastikan keduanya melaju ke The Nationals yang akan digelar di Jakarta pada 6–13 Juni 2026.
Partai region finals yang berlangsung di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia (UII), Sleman, Kamis (7/5/2026), menghadirkan persaingan ketat dari empat tim terbaik regional Yogyakarta.
Baca juga: Hasil Final Campus League Surabaya: Ubaya Sapu Bersih Gelar, Juara Putra dan Putri
Di final putri, SCU tampil dominan saat menghadapi UKSW. Permainan agresif dalam bertahan dan transisi cepat membuat SCU mampu memimpin jauh sejak kuarter kedua dengan skor 39-21.
Hingga pertandingan berakhir, SCU sukses mengunci kemenangan meyakinkan 63-31.
Pelatih SCU, Arief Djazuli, menyebut mental bertanding menjadi faktor utama keberhasilan timnya di laga final.
“Di pertandingan finals, yang paling menentukan bukan lagi skill atau fisik, tapi mental. Selama mental anak-anak siap menghadapi pertandingan, saya yakin semuanya bisa berjalan sesuai rencana,” ujar Arief.
Kapten tim SCU sekaligus pemain Timnas Indonesia, Erinindita Prias Madafa, mengatakan strategi agresif sejak awal menjadi kunci keberhasilan timnya menekan lawan.
“Dari awal pelatih sudah menekankan bahwa kami harus langsung bermain agresif, baik saat defense maupun offense. Strategi itu terbukti berhasil dan membuat lawan kesulitan mendulang poin,” kata Erin.
Sementara itu, final putra berlangsung jauh lebih ketat saat UKSW menghadapi Universitas Semarang. Kedua tim saling menekan sejak tip-off, namun efektivitas serangan UKSW membuat mereka unggul 31-20 pada kuarter kedua.
Universitas Semarang sempat memberikan perlawanan sengit pada dua kuarter terakhir. Meski demikian, UKSW mampu menjaga keunggulan hingga memastikan kemenangan 60-54.
Pelatih UKSW, Revan Jonathan, menilai keberhasilan timnya lahir dari adaptasi cepat terhadap pola permainan lawan.
“Di awal pertandingan anak-anak memang beradaptasi dengan gaya permainan lawan sehingga sempat kehilangan poin. Setelah itu kami lebih fokus dan bisa mengungguli mereka. Kemenangan ini menjadi motivasi sekaligus bahan evaluasi menuju The Nationals,” ujar Revan.
Kapten UKSW, Brooklyn Raffael Tristan, mengungkapkan timnya telah mempersiapkan analisis permainan lawan secara detail, termasuk menghadapi pemain asing yang dimiliki Universitas Semarang.
“Kami fokus menjalankan instruksi pelatih sepanjang pertandingan. Selanjutnya kami akan menatap persaingan di The Nationals dan berharap bisa memberikan penampilan terbaik,” ucap Brooklyn.
Selain menghadirkan pertandingan final, Campus League juga memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem olahraga mahasiswa melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Universitas Islam Indonesia (UII).
CEO Campus League Ryan Gozali bersama Rektor UII Prof. Fathul Wahid menandatangani kerja sama yang bertujuan membangun pembinaan olahraga kampus jangka panjang, termasuk pengembangan fasilitas olahraga berstandar multi-cabang.
Ryan mengatakan Campus League ingin mendorong transformasi kompetisi mahasiswa dari format turnamen menjadi sistem kandang dan tandang.
“Yogyakarta merupakan kota mahasiswa dan kampus, jadi memang sudah selayaknya animo olahraga kampus di sini besar. Kami ingin membangun poros baru pembinaan olahraga mahasiswa,” ujar Ryan.
Rektor UII Fathul Wahid menyebut kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan “student-athlete plus”, yakni mahasiswa yang unggul secara akademik, berprestasi di olahraga, sekaligus memiliki nilai sportivitas dan kepedulian sosial.
Dukungan terhadap pengembangan olahraga mahasiswa juga datang dari Polytron sebagai mitra utama Campus League. Commercial Director Polytron Tekno Wibowo mengatakan pengembangan olahraga kampus sejalan dengan semangat adaptif generasi muda menghadapi masa depan.