TRIBUNNEWS.COM - Dua comeback dramatis tersaji semifinal Liga Eropa, Jumat (8/5/2026). Aston Villa dan SC Freiburg sama-sama membalikkan keadaan di leg kedua untuk memastikan tiket ke final.
Aston Villa memastikan tempat di final Liga Eropa setelah menghancurkan Nottingham Forest dengan skor 4-0 pada leg kedua semifinal di Villa Park.
Hasil itu membuat Villa lolos dengan agregat meyakinkan 4-1 dan mencapai final kompetisi Eropa pertama mereka dalam 44 tahun terakhir.
Sementara itu di Jerman, Freiburg menciptakan malam bersejarah di kandang mereka di Europa Park Stadion dengan mengalahkan SC Braga 3-1.
Kemenangan itu membuat klub yang belum pernah mencapai final Eropa itu sukses membalikkan kekalahan agregat dari SC Braga menjadi kemenangan dramatis 4-3.
Aston Villa datang ke leg kedua dalam posisi tertinggal 0-1 dari sesama klub Liga Inggris, Nottingham Forest.
Namun atmosfer Villa Park menjadi pembeda besar. Villa tampil jauh lebih agresif dibanding leg pertama.
Gol pembuka lahir lewat Ollie Watkins setelah menerima assist dari aksi individu brilian Emiliano Buendía.
Buendía kemudian ikut mencatatkan namanya di papan skor melalui titik penalti pada babak kedua.
Setelah itu, kapten tim John McGinn mencetak dua gol hanya dalam rentang tiga menit untuk memastikan kemenangan agregat 4-1 bagi Villa.
Keberhasilan itu sekaligus membuka peluang besar bagi pelatih Aston Villa, Unai Emery, untuk semakin menegaskan statusnya sebagai “Raja Liga Europa”.
Emery kini berada di ambang gelar kelima setelah sebelumnya empat kali menjuarai kompetisi ini bersama Sevilla FC dan Villarreal CF.
Sementara di laga lainnya, Freiburg memasuki laga dengan tertinggal satu gol setelah di leg pertama kalah 2-1 dari SC Braga.
Mereka mendapat momentum untuk comeback sejak awal pertandingan. Hal itu datang sangat cepat ketika pemain Braga, Mario Dorgeles, mendapat kartu merah pada menit ketujuh akibat pelanggaran sebagai orang terakhir terhadap Jan-Niklas Beste.
Unggul jumlah pemain membuat Freiburg tampil menekan. Bek kanan Lukas Kübler membuka skor pada menit ke-19.
Gelandang muda Johan Manzambi menggandakan keunggulan lewat tendangan melengkung indah jelang turun minum.
Kübler kembali mencetak gol keduanya pada menit ke-72 dan membuat Freiburg berada di jalur final.
Braga sempat menipiskan skor lewat sundulan Pau Víctor sehingga laga berjalan menegangkan hingga akhir.
Teetapi Freiburg akhirnya bertahan dan memastikan kemenangan 3-1 pada leg kedua, membuat agregat menjadi 4-3.
Braga sebelumnya pernah kalah di final Liga Europa dari Porto pada tahun 2011 dan mereka harus menunggu lebih lama untuk penampilan final berikutnya.
Final Liga Europa akan mempertemukan dua cerita besar: Aston Villa yang mencoba mengakhiri puasa trofi panjang bersama pelatih spesialis Eropa, melawan Freiburg yang si Kuda Hitam yang tengah memburu sejarah terbesar mereka.
Terakhir kali Aston Villa mengangkat trofi adalah pada 1996 dengan gelar Piala Liga Inggris yang kala itu bernama Coca-cola Cup (saat ini Carabao Cup -karena alasan sponsor).
Saat itu Aston Villa mengalahkan Leeds United dengan skor 3-0. Setelah itu, 30 tahun lamanya hingga saat ini Aston Villa tak meraih juara apapun.
Sementara final kontinental terakhir Aston Villa adalah pada 1982. Mereka kala itu sukses juara setelah mengalahkan Bayern Munchen 1-0.
Keberhasilan Villa kembali ke final kali ini tidak lepas dari tangan dingin pelatih Unai Emery, sosok yang dikenal sebagai spesialis Liga Europa.
Emery kini berpeluang meraih gelar kelimanya di kompetisi tersebut setelah sebelumnya empat kali juara bersama Sevilla FC dan Villarreal CF.
Bagi Emery, trofi kelima akan semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah Liga Europa.
Di partai final yang digelar di Istanbul pada 21 Mei mendatang, Villa akan menghadapi wakil Jerman, SC Freiburg.
Freiburg belum pernah tampil di final kompetisi Eropa dan belum pernah memenangkan trofi mayor sepanjang sejarah klub.
(Tribunnews.com/Tio)