Pemkab Buleleng Siapkan 12 Paket Pelatihan untuk Dorong Kemandirian Ekonomi
Aloisius H Manggol May 08, 2026 11:03 AM

 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pemkab Buleleng memperluas program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan UMKM. Total ada 12 paket pelatihan kewirausahaan yang disiapkan sepanjang 2026.

Program ini menyasar pelaku usaha kecil hingga masyarakat berpenghasilan rendah, agar mampu membangun usaha mandiri berbasis potensi lokal. Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Buleleng (Dagperinkop UKM), Dewa Made Sudiarta, mengatakan pelatihan yang disiapkan tidak hanya berfokus pada keterampilan produksi, tetapi juga penguatan pengelolaan usaha dan pemasaran digital.

"Dalam satu tahun ini ada 12 paket pelatihan, mulai dari proses produksi, kelas bisnis, bakery, pelatihan digital, hingga pendampingan manajerial UMKM," ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Baca juga: Petugas Gabungan Temukan Barang Berbahaya di Kamar Hunian WBP Rutan Kelas IIB Negara

Menurutnya, program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya keluarga berpenghasilan rendah. Sasaran program mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). "Dengan demikian pelatihan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat," imbuhnya.

Sebanyak 31 peserta dari kalangan UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah mengikuti pelatihan olahan pangan yang digelar dalam program tersebut. Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik langsung sebagai bekal membuka usaha baru.

Baca juga: Tulang Paus Sepanjang 17 Meter di Jembrana Bakal Dimuseumkan, Penguburan Terkendala Hujan Deras

Pelatihan menghadirkan narasumber dari pelaku usaha Rumah Roti, yakni Dwi Mulyati yang didampingi Cahyadhi Dwi Prasetyo. Rumah Roti dikenal sebagai usaha bakery lokal yang aktif membina UMKM sekaligus mendukung penyediaan produk pangan untuk kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).


"Selain pelatihan produksi pangan, kami juga mendorong peserta agar mampu berinovasi mengembangkan produk berbasis pangan lokal yang memiliki nilai jual," ucapnya. 


Untuk memperluas jangkauan program, Dinas Dagperinkop UKM Buleleng mulai membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Mulai dari perguruan tinggi, sektor perbankan, hingga BPJS Ketenagakerjaan.


Pelatihan selanjutnya juga direncanakan dapat dilaksanakan di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) sebagai ruang inkubasi UMKM. Melalui pola kolaborasi tersebut, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat yang mendapat akses pelatihan dan peluang pengembangan usaha. (mer)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.