Kata Penyalur ART soal Dugaan Penganiayaan oleh Erin, Korban Hilang Kontak setelah Memohon Dijemput
Nanda Lusiana Saputri May 08, 2026 12:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Fakta baru terkait dugaan penganiayaan ART oleh mantan istri Andre Taulany, Rien Wartia Trigina alias Erin kembali terungkap.

Erin dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan setelah diduga menganiaya Herawati, asisten rumah tangganya (ART) pada 28 April 2026.

Hera mengaku menerima perlakuan kasar dari Erin, di mana dirinya dipukul sapu, ditendang, dan HP-nya dirusak.

Saat insiden terjadi, Hera langsung menghubungi pihak yayasan penyalur ART yang menaunginya.

Keterangan Hera itu diperkuat dengan pengakuan Nia Damanik, penyalur ART yang menerima pesan permintaan tolong dari Hera.

Diungkapkan Nia setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026), ia menerima pesan WhatsApp dari Hera yang mengaku dianiaya Erin.

"Saya waktu itu ditelepon, awalnya sih di-WA. WA saya tanya ada apa kok bisa dipukul? Terus saya telepon balik dong karena kok main tangan gitu," ungkap Nia memulai ceritanya, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Jumat (8/5/2026).

Menanggapi itu, Hera menceritakan pemicu amarah Erin.

"Lalu saya telepon, kenapa Neng kok bisa dipukul gitu. Katanya cuma gara-gara gorden lupa dibuka sama ada debu di tong sampah sedikit, sama lupa menutup pintu kamar mandi. Hanya itu," sambung Nia.

"Saya bilang, cuma kayak gitu. Nah, jam setengah 4 sore dia bilang 'saya jemput aja'," aku Nia.

Namun, ketika hendak menghubungi Hera balik, ART Erin itu justru hilang kontak.

Baca juga: Pihak Erin Mantan Istri Andre Taulany Bakal Usut Peran Penyalur ART yang Diduga Sebarkan Fitnah

"Pada jam-jam itu saya sudah tidak bisa menghubungi Hera lagi," tegasnya.

Kronologi Dugaan Penganiayaan ART versi Korban

Senada dengan pengakuan Nia, Hera selaku korban, mengaku setelah melaporkan dugaan penganiayaan Erin kepada pihak yayasan penyalur, ibu tiga anak itu langsung merusak ponselnya.

Ia menceritakan kronologi dianiaya oleh mantan istri komedian Andre Taulany itu.

"Gini ceritanya, itu posisinya kan jam tiga sore emang bersih-bersih rumah Bu Erin itu tuh dua kali. Pagi jam lima, sama jam tiga sore. Pas posisi itu jam tiga sore itu saya udah megang sapu, udah bersihin atas," ungkap ART yang akrab disapa Hera itu mengurai kisah pahitnya, dikutip dari YouTube Cumicumi.

"Saya lagi mukul-mukul kursi, bersihin debu. Dia tuh tiba-tiba ke atas terus lihat kamarnya Mas Dio itu gordennya enggak dibuka, terus kamar mandinya masih kebuka. Kan posisinya paginya kamar mandinya saya bersihin. Menurut saya, nantilah saya tutup," lanjutnya.

Namun, aksi Hera menunda menutup pintu kamar mandi itu membuat Erin murka.

"Terus saya keliling, saya tutup-tutupin semua. Eh itu kan belum jam lima, jam tiga ibunya sudah ke atas, sudah marah-marah," tandasnya.

"Katanya kalau di sini, di rumah saya tuh enggak boleh ada kamar mandi kebuka. Terus ini gorden kenapa ditutup? Buka, cepetan buka," ujar Hera menirukan ucapan Erin saat itu.

"Jangan injak karpet, katanya. Ya saya buka dong. Iya bu, maaf. Saya gitu. Nah terus dia bilang, kamu itu kalo kerja pake otak kalau di sini enggak bisa seenaknya. Ini debu masih ada di atas tong sampah. Terus saya bilang, iya bu nanti saya lap."

Saat itulah Erin mulai memukuli Hera.

"Nah habis itu saya kan megang sapu, dia bilang kamu itu dari tadi kerjanya tol*l, enggak becus kerjanya. Dia ngambil sapu yang saya pegang langsung dia pukul kepalaku. Kamu nih, enggak kepakai di rumah saya. Kamu tuh enggak bisa kerja. Terus saya bilang, Bu jangan main tangan dong Bu, sakit Bu. Dipukul lagi saya pakai sapu itu kedua kalinya," beber Hera.

"Nah, habis kedua kali itu dia tuh bilang, udah kamu kerjakan yang benar. Ganti spreinya ini," kenang Hera.

Baca juga: Tak Hanya Herawati, Ada 2 ART Lain yang Sempat Terima Perlakuan Kasar Mantan Istri Andre Taulany

Setelah mengalami pemukulan, Hera mengadukan tindakan Erin kepada putra kedua Andre, Kenzy.

Namun, aksi itu justru semakin membuat Erin naik pitam.

"Awalnya tuh gini, HP saya dipecahin gara-gara ngehubungin kepala yayasan, minta tolong kak, saya di sini dianiaya Ibu Erin. Bantuin saya keluar dari sini, bagaimana caranya. Nah terus Mas Kenzy pulang sekolah, saya lari ke kamar Mas Kenzy. 

"Mas, tolong saya habis dipukul ibu dua kali. Terus Kenzy bilang, Ya Allah Mbak, kenapa? Terus saya dipanggil tuh sama Ibu Erin. Katanya, Herawati sini turun. Saya pun lari. Nah, karena kan saya tadi ngehubungin ibu yayasan, mungkin ibu yayasan nelpon ke Bu Erin, meledaklah dia di situ. Nambah makin marah," tukasnya.

Ia kemudian diminta untuk berjongkok.

"Kata dia gini. Kamu sini jongkok, jangan berdiri. Iya, Bu, saya jongkok kan di depan dia. Dia pakai mukena itu mau salat asar. Nah habis itu dia tendang kepala saya satu kali, ditendang sampai saya terjengkang. 

"Ya Allah, Bu, maaf, Bu. Kenapa, sih, Bu. Jangan kasar, Bu. Aku bilang gitu kan," ucap Hera memohon belas kasihan.

"Udah, kamu kerja yang benar, kamu jangan macam-macam sama saya. Kamu enggak bisa kelaur dari sini karena belum ada penggantinya.

"Enggak apa-apa, Bu, saya keluar dari sini aja.

"Bu Erin bilang, enggak saya gaji kamu. Enggak apa-apa enggak digaji, Bu, saya mau keluar, Bu. Tolongin saya. Di cuma ngangguk," katanya.

Alih-alih melunak, Erin justru makin naik pitam.

Ia membanting ponsel milik Hera.

"Udah kamu jangan macam-macam, sana kembali kerja. Kerja yang benar. Pokoknya kamu harus kerja yang benar, pakai otak, ngerti nggak? Sini HP. Terus HP saya kasih dia kan, saya taruhlah di tangga, terus sama dia dibanting dua kali itu dibawa masuk. Kamu kenapa telepon Ibu yayasan, kamu tol*l, yayasan kamu tol*l, saya sudah minta pengganti kamu," seloroh Hera.

Setelah penganiayaan itu, Hera memilih kabur.

"(Semua barang) Masih di rumah Ibu Erin semua. Saya keluar hanya badan saya sendiri, enggak bawa apa-apa," tandasnya.

(Tribunnews.com/ Salma)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.