2 Siswi di Sleman Yogyakarta Diduga Dicabuli, Terduga Pelaku Relawan SPPG & Siswa SMK, Cekoki Miras
ninda iswara May 08, 2026 02:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Dua siswi diduga dicabuli oleh dua orang pemuda di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Kedua korban diketahui masih duduk di bangku SD dan SMP.

Terduga pelaku pencabulan diketahui berinisial EA (17) dan AA (20).

EA sendiri merupakan seorang siswa SMK.

Sedangkan AA adalah relawan SPPG.

Baca juga: Aksi Heroik Subambang Penjaga Perlintasan Kereta di Yogyakarta, Tarik Pria yang Mau Akhiri Hidup

Kronologi Kejadian

Kejadian pencabulan terjadi pada Jumat (1/5/2026) lalu di rumah salah satu terduga pelaku di Kapanewon, Sleman, Yogyakarta.

Terduga pelaku berinisial EA awalnya menjemput AA.

Mereka kemudian membeli minuman keras.

Selesai membeli minuman keras, EA dan AA menjemput kedua korban yang masih duduk di bangku SD dan SMP.

Kejadian ini juga dibenarkan oleh dukuh setempat, Nur Cahyo.

"Iya benar, kejadianya hari Jumat. Peristiwanya itu dari siang," ujar Nur Cahyo, dikutip dari Kompas.com.

Dicekoki Miras

Setelah menjemput, kedua korban diajak ke rumah pelaku berinisial EA.

Dikarenakan kondisinya yang sedang sepi, pelaku menenggak minuman keras.

Pelaku juga mencekoki kedua korban dengan minuman keras tersebut.

Setelahnya, pelaku melakukan tindakan asusila pada korban.

Mereka kemudian mengantarkan korban pulang ke rumah masing-masing.

Kecurigaan Orang Tua

Tindakan asusila terbongkar dari kecurigaan orang tua korban.

Ibu korban merasa janggal dengan baju korban yang berbeda dengan awal dikenakan.

"Ibunya curiga karena baju yang dikenakan (korban) itu berbeda. Itu mengenakan bajunya EA," beber Nur Cahyo.

Nur Cahyo mengungkapkan bahwa orang tua korban mendatangi rumah EA setelah kejadian tersebut terungkap.

Tidak lama kemudian, sejumlah warga juga ikut mendatangi rumah EA.

Situasi tersebut membuat pihak keluarga mempertimbangkan langkah hukum.

Keluarga akhirnya memutuskan membawa kasus ini ke jalur hukum.

Peristiwa itu kemudian resmi dilaporkan ke Polresta Sleman.

"Pelakunya dibawa ke sana (Polresta Sleman). AA di tahanan Polresta Sleman, kalau EA dititipkan di BPRSR," ungkapnya.

Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, membenarkan bahwa kasus ini sedang ditangani kepolisian.

"Terkait kasus tersebut saat ini sudah dalam proses penyelidikan dan tersangka sudah diamankan dan dilakukan penahanan," ujar Argo Anggoro saat dihubungi melalui pesan whatsApp (WA), Kamis (7/5/2026).

Ia menegaskan proses hukum masih berjalan di Polresta Sleman.

Pihak kepolisian memastikan penanganan perkara dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Baca juga: Dugaan Penggelapan Dana SPPG di Kulon Progo Yogyakarta, Merugi Insentif Dipotong, Polisi Selidiki

PENCABULAN DI SLEMAN - Dua siswi di bawah umur di Sleman, Yogyakarta, diduga dicabuli dua pemuda, dicekoki minuman keras
PENCABULAN DI SLEMAN - (Ilustrasi) Dua siswi di bawah umur di Sleman, Yogyakarta, diduga dicabuli dua pemuda, dicekoki minuman keras (Eva.vn)

Pelaku Dikenal Nakal

Nur Cahyo mengungkapkan bahwa EA telah lama menjadi perhatian warga karena diduga terlibat dalam kenakalan remaja.

Sosok pelajar tersebut disebut kerap menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.

Ia bahkan pernah terlibat konflik dengan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan persoalan perempuan.

Sebelumnya, EA juga telah membuat dan menandatangani surat pernyataan sebagai bentuk pembinaan.

Namun, meski sudah mendapatkan pembinaan, perilaku serupa kembali terulang di kemudian hari.

“Pelaku, warga kami yang memang dalam pantauan jaga warga, kaitannya ketertiban dan kenakalan remaja. Pelaku (EA) ini memang, kami sudah lepas tangan,” ujarnya.

Menindaklanjuti kasus tersebut, pihak kepolisian melakukan proses penahanan terhadap dua tersangka yang terlibat.

Polresta Sleman menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara ini sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Proses penyidikan diharapkan dapat memberikan keadilan bagi para korban sekaligus menjadi perhatian serius bagi masyarakat.

Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak-anak serta lingkungan sosial agar kejadian serupa tidak terulang.

(TribunTrends/Ninda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.