- Kerusakan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk akibat serangan Iran disebut jauh lebih besar dibandingkan laporan awal pemerintahan Donald Trump.
Temuan tersebut terungkap dalam laporan The Washington Post yang dirilis pada (8/5/2026) berdasarkan analisis lebih dari 100 citra satelit yang dirilis Iran.
Melalui laporan itu disebutkan sedikitnya 228 struktur dan fasilitas militer di 15 lokasi militer AS mengalami kerusakan maupun kehancuran.
Temuan tersebut dinilai menunjukkan dampak besar terhadap kekuatan militer negara dengan teknologi pertahanan canggih seperti AS.
The Washington Post kemudian melakukan analisis independen menggunakan 128 citra satelit resolusi tinggi yang dirilis Iran.
Setelah diverifikasi, gambar-gambar tersebut disebut tidak menunjukkan adanya manipulasi.
Fasilitas yang rusak meliputi hanggar, barak militer, depot bahan bakar, sistem pertahanan rudal Patriot, pembangkit listrik, hingga lima lokasi penyimpanan bahan bakar.
Selain itu, situs komunikasi satelit di Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar serta sistem radar THAAD di Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA) juga dilaporkan hancur akibat serangan tersebut.
Selain itu, AS juga disebut kehilangan sekitar 40 drone dan jet tempur selama pertempuran, operasi pencarian, maupun akibat insiden tembakan salah sasaran.
Pensiunan kolonel Korps Marinir AS, Mark Cancian, menilai serangan Iran dilakukan secara sangat presisi tanpa banyak tembakan yang meleset dari target.