TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi sekaligus aktivis Melanie Subono ikut menyoroti kasus pencabulan terhadap 50 santriwati yang diduga dilakukan Ashari, seorang kiai di pondok pesantren wilayah Pati, Jawa Tengah.
Kasus tersebut kini sudah masuk proses hukum, kini Ashari yang telah ditetapkan sebagai tersangka diketahui sudah menjalani pemeriksaan dan ditahan di Polresta Pati.
Namun, pernyataan pelaku yang mengaku khilaf justru memicu kemarahan Melanie Subono.
Pernyataan itu sebelumnya disampaikan Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama dalam konferensi pers.
Baca juga: Kiai Cabul di Pati Sempat Buron, KSP Dudung: Jangan Pakai Kedok Pemimpin untuk Eksploitasi Murid
“Tersangka sudah mengakui dan juga mengaku khilaf serta bertobat,” ujar Kompol Dika saat konferensi pers di Mapolresta Pati, Kamis (7/5/2026) kemarin.
Melalui unggahan di Instagram, Melanie menilai tindakan yang dilakukan tersangka tidak bisa lagi disebut sebagai kekhilafan karena terjadi berulang kali terhadap banyak korban.
“BTW khilaf dan nggak niat gitu sebenernya ya itu kalau 1x," kata Melanie Subono dikutip Tribunnews.com, Jumat (8/5/2026).
"Kalau berkali kali namanya niat,” tulis Melanie Subono.
Kasus ini sendiri semakin menyita perhatian publik setelah muncul pengakuan bahwa salah satu korban disebut sempat hamil.
Ironisnya, tanggung jawab atas kehamilan tersebut disebut dialihkan kepada orang lain.
Tak hanya itu, perilaku tersangka sebenarnya juga disebut sudah kerap terlihat di lingkungan pondok pesantren.
Pelaku diduga sering menunjukkan kontak fisik berlebihan terhadap para santriwati di depan umum dengan alasan sebagai bentuk perhatian.
Pernyataan Melanie Subono pun menuai banyak respons dari warganet yang ikut geram atas kasus dugaan pencabulan tersebut.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)