SURYA.co.id, BANGKALAN - Pelatih karteker Rakhmat Basuki menyulap Madura United menjadi tim superior dalam sekejap, mampu mengelahkan tim-tim kuat di atasnya.
Total enam pertandingan dipimpin pelatih status karteker tersebut, Madura United hanya dua laga menelan kekalahan.
Empat laga lainnya meraih kemenangan. Termasuk menumbangkan tim-tim kuat peringkat di atasnya.
Menang dari Persebaya Surabaya 1-2, berhasil menumbangkan Bali United 2-0. Mengalahkan Persik Kediri 2-1.
Positifnya hasil tim, sejalan dengan meningkatnya performa individu sejumlah pemain Madura United setelah dipoles Rakhmat Basuki.
Baca juga: Madura United Tampil Kokoh, Catat Dua Clean Sheet Beruntun Dari Defense ke Counter
Pemain yang sering mengisi bangku cadangan, Gio Numberi, Sandro, Ahmad Rusadi, dan Iran Junior, justru menjadi andalan baru. Selalu tampil sejak awal pertandingan.
Sandro, mencatatkan empat assist dan satu gol dari lima laga terakhir. Iran Junior mencetak satu gol dan satu assist dari tiga laga terakhir.
Sementara Gio Numberi dan Ahmad Rusadi, selain kokoh di pertahanan. Kerap membantu proses penyerangan yang berujung gol.
Tambahan poin dari empat kemenangan mendongkrak posisi Madura United semakin menjauh dari zona degradasi.
"Sebetulnya kunci dari kepercayaan diri pemain ada di locker room dan lapangan," kata Rakhmat Basuki menjawab pertanyaan surya.co.id
"Tapi yang jelas, di locker room itu sangat penting. Saya selalu memotivasi mereka, terutama pemain muda, seperti Sandro, Rusadi, bahwa level mereka bisa lebih bagus lagi kalau tidak besar kepala," tambahnya.
Ia juga meminta pemain untuk selalu belajar dari kesalahan.
"Jangan pernah takut bikin salah saat di latihan. Karena dari salah itu bisa belajar," tegas Rakhmat Basuki.
"Kalau tidak pernah salah gak mungkin, sepak bola itu tentang bagaimana memperbaiki kesalahan," tambahnya.
Kini, ujian Rakhmat Basuki bersama Madura United menyisakan tiga pertandingan.
Menyambangi kandang Bhayangkara FC (11/5/2026), menghadapi tuan rumah PSIM Yogyakarta (17/5/2026). Terakhir, menjamu PSM Makassar (23/5/2026).
"Pertandingan sisa pasti tekanan lebih besar lagi. Jadi yang perlu kami sampaikan pada anak-anak adalah bagaimana menjaga fokus, menjaga motivasi, tetap satu tujuan," kata Rakhmat Basuki.
"Kompetisi belum selesai, harus tetap kerja keras. Harus buktikan bahwa kami masih layak bertahan di Liga 1," pungkasnya.