Iran Klaim Segera Menang Lawan AS dan Israel, Sebut Akan Ada Perayaan Besar
Faisal Zamzami May 08, 2026 06:24 PM

 


SERAMBINEWS.COM, TEHERAN – Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, menyatakan rakyat Iran akan segera merayakan kemenangan besar dalam konflik melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

 Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.

Menurut laporan media pemerintah Iran, Press TV, pada Kamis (7/5/2026), Aref meyakini hasil akhir konflik akan membawa perubahan besar terhadap posisi Iran di kancah internasional.

“Kita akan segera mengadakan perayaan kemenangan kita, dan sanksi serta tekanan yang telah dibebankan kepada bangsa Iran selama beberapa tahun terakhir akan dicabut dengan kemenangan besar bangsa Iran tersebut,” ujar Aref.

Pernyataan itu muncul bersamaan dengan insiden saling serang di kawasan Selat Hormuz pada Kamis.

Dalam insiden tersebut, Iran menuduh AS melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati kedua pihak.

Namun, pemerintah AS membantah tuduhan tersebut.

Washington menegaskan tidak menginginkan eskalasi konflik dan menyatakan bahwa gencatan senjata masih tetap berlaku.

Baca juga: VIDEO Kapal Perang AS Kabur dari Selat Hormuz Usai Diserang Rudal dan Drone Iran

Di tengah situasi yang semakin memanas, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Teheran.

Trump mengancam akan melancarkan serangan yang lebih besar apabila Iran tidak segera menyetujui kesepakatan baru.

“Kami akan menghancurkan mereka jauh lebih keras, dan jauh lebih keras lagi,” kata Trump.

Meski demikian, dalam wawancara terpisah dengan ABC News, Trump tetap menegaskan bahwa status gencatan senjata belum berakhir.

Ia bahkan meremehkan insiden terbaru tersebut dengan menyebutnya hanya sebagai “just a love tap” atau “sentuhan kecil”.

Sebelumnya, ketegangan antara Iran dan AS kembali meningkat setelah bentrokan di Selat Hormuz yang melibatkan kapal perang dan tanker minyak.

Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai jalur strategis perdagangan energi dunia dan kerap menjadi titik panas konflik geopolitik di Timur Tengah.

Hingga kini, situasi di kawasan masih terus dipantau oleh komunitas internasional karena dikhawatirkan dapat memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
 
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.