Tenaga Sukwan DLH Kota Tasik Mogok Massal, Sejumlah Sampah Menumpuk dan Bau
Dedy Herdiana May 08, 2026 07:35 PM

 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya dibuat kewalahan akibat aksi mogok tenaga sukarelawan (Sukwan), hingga berdampak layanan pengangkutan sampah terganggu.

Bahkan aksi mogok kerja ini dilakukan sudah berlangsung beberapa hari kemarin, dan berdampak penumpukan sampah yang belum terangkut semua.

Pantauan dilokasi, sejumlah titik dipenuhi tumpukan sampah seperti di Depo Pasar Lama, Depo Dadaha, TPS di Jalan SL Tobing, TPS di Jalan Tanuwijaya. 

Kemudian, di sepanjang jalan Kampung Bantarsari, hingga Jalan Lukmanul Hakim di Kecamatan Cihideung. 

Baca juga: Hari Pertama Jadi Plh Wali Kota Diky Pimpin Apel Gabungan di Lapas Tasikmalaya

Kondisi ini tidak hanya membuat bau tidak sedap tapi mengganggu kenyamanan pengendara yang melintas.

Selain itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup pun saat ini digantikan sementara karena tengah menunaikan ibadah haji.

Menanggapi hal ini, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya Ukim Sumantri mengaku, aksi mogok kerja sukwan sudah berlangsung selama tiga hari. 

Ukim menuturkan, saat ini pihaknya terus melakukan pengangkutan dengan kendaraan yang ada. Meskipun tumpukan sampah di beberapa titik masih belum terangkut semua.

"Tuntutan mereka itu cukup sederhana ingin ada pengakuan. Hanya kalau untuk SK pengangkatan itu tidak mungkin, bahkan tidak boleh, jadi kami hanya mengeluarkan surat keterangan untuk 116 orang sukwan itu sebagai pengikat," ungkap Ukim.

Baca juga: Polisi Segera Limpahkan Berkas Kasus Penyiraman Air Keras di Tasikmalaya ke Kejaksaan

Dirinya mengungkapkan, dari sisi kesejahteraan, DLH telah menyampaikan aspirasi tersebut ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Dimana Sekretaris Daerah sebagai kepala pengelola anggaran.

"Alhamdulillah, keinginan mereka sudah terakomodir. Ada komitmen awal dari Pak Sekda untuk mengalokasikan anggaran," pungkasnya.

Ukim menyampaikan permohonan maaf atas kondisi ini. Bahkan, keterlambatan turut dipengaruhi oleh kondisi armada kendaraan yang ada saat ini.

Untuk armada amrol sebanyak 11 unit, dengan kondisi baik 3 unit dan tidak layak pakai 8 unit. Sementara dump truck berjumlah 27 unit, dengan rincian 5 unit dalam kondisi baik, 9 unit layak pakai, dan 13 unit tidak layak. 

"Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan ini, butuh waktu 1 minggu lebih untuk sampai kondisi betul-betul normal kembali," katanya. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.