Jangan Asal! Begini Hukum Puasa Arafah Tapi Masih Ada Utang di Ramadan, Sah Atau Tidak?
Dedy Herdiana May 08, 2026 07:35 PM

 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Tak hanya puasa Ramadan sebelum masuk Lebaran Idul Fitri, pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah juga terdapat puasa Tarwiyah pada 8 Zulhijah dan puasa Arafah pada 9 Zulhijah, sebelum Idul Adha.

Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk melaksanakan kedua puasa tersebut, karena begitu besar keutamaan yang terkandung di dalamnya. 

Puasa ini bertepatan dengan berkumpulnya jemaah haji di Padang Arafah, dan hanya dianjurkan bagi mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji.

Adapaun, merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama (Kemenag) RI, Hari Raya Idul Adha 1447 H diprediksi akan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. 

Berdasarkan ketentuan tersebut, maka umat Islam dapat melaksanakan puasa Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026, yang didahului dengan puasa Tarwiyah pada Senin, 25 Mei 2026.

Baca juga: Jadwal Wukuf di Arafah Lengkap Tanggal Puasa Sunnah dan Doa Bagi yang Tidak Berhaji

Seperti yang diketahui, Puasa Arafah disebut dalam hadits mengandung keutamaan sehingga dianjurkan pengamalannya pada bulan Dzulhijjah. Namun, bagaimana hukum pengamalan puasa Arafah bagi mereka yang belum selesai melunasi utang puasa Ramadan?

Rasulullah SAW pernah menyebutkan puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Beliau bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: "Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharam) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)

Selain itu, dalam riwayat lain disebutkan, puasa Arafah disebut sebagai amalan yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW. Landasannya didasarkan dari salah satu riwayat hadits yang dikisahkan oleh Hafshah bin Umar bin Khattab RA.

Baca juga: Jadwal Puasa Sunnah Mei 2026: Ayyamul Bidh, Tarwiyah, Arafah dan Prediksi Idul Adha 1447 H

عَنْ حَفْصَةَ قَالَتْ أَرْبَعٌ لَمْ يَكُنْ يَدَعُهُنَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامَ عَاشُورَاءَ وَالْعَشْرَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْغَدَاةِ

Artinya: Dari Hafshah RA, ia berkata, "Ada empat hal yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW yaitu, puasa Asyura, puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, puasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat sebelum Subuh." (HR Ahmad dan An Nasa'i).

Hal ini, memungkinkan para muslim yang memiliki uzur mengerjakan puasa Ramadan tidak ingin ketinggalan dengan keutamaan yang dikandung puasa Arafah.

Lantas bolehkah Puasa Arafah Tapi Masih Ada Utang di Ramadan?

Hukum Puasa Arafah Tapi Masih Ada Utang di Ramadan

Mengenai perkara mengamalkan puasa sunnah sebelum melunasi utang puasa Ramadan masih diperselisihkan di kalangan ulama. Sebagian ulama membolehkannya sementara sebagian lainnya mengharamkannya karena dianggap memulai yang wajib daripada sunnah lebih utama.

Syeikh Muhammad bin Sholih al Utsaimin berpendapat, bila didasarkan dengan syariat, memang sudah seyogianya amalan wajib seperti puasa Qadha Ramadan didahulukan dibandingkan dengan puasa sunnah. Sebab, muslim dapat berdosa bila utang puasa wajib tidak dikerjakan sementara amalan sunnah hanya berupa anjuran.

"Atas dasar itulah maka kami katakan bagi siapa saja yang masih mempunyai utang puasa Ramadan, 'Lunasilah hutang anda sebelum anda mengerjakan yang sunnah,'" terang Syeikh Muhammad dalam Majmu' Fatawa Ibnu Utsaimin yang diterjemahkan dari laman Islam Q&A.

Meski demikian, Syeikh Muhammad menambahkan, puasa sunnah atau puasa Arafah yang diamalkan sebelum utang puasa Ramadan lunas masih tetap sah selama waktu pelunasan utang Ramadan masih lama. Maksudnya, masa pelunasan utang masih berlanjut sampai Ramadan berikutnya.

"Salat wajib misalnya, jika seseorang melaksanakan salat sunnah sebelum salat wajib dengan waktu yang masih leluasa, maka boleh-boleh saja," jelas dia.

Selain itu, Syeikh Muhammad mengatakan, ada kesempatan bagi muslim untuk mendapatkan dua pahala bila berniat untuk melakukan puasa Qadha Ramadan pada hari Arafah. Hal ini berlaku karena puasa sunnah Arafah adalah puasa mutlak yang tidak berkaitan dengan puasa Ramadan.

"Jika dia berniat pada hari itu untuk puasa Qadha Ramadan maka dia akan mendapatkan dua pahala; pahala hari Arafah atau hari Asyura dan pahala puasa Qadha, hal ini jika puasa sunnahnya tersebut adalah puasa muthlak tidak ada kaitannya dengan Ramadan," beber Syeikh Muhammad.

Senada dengan itu, Ustaz Adi Hidayat dalam arsip detikcon, juga berpendapat bahwa muslim bisa memperoleh dua pahala dalam satu kali puasa sekaligus. Utamanya, bila puasa tersebut diamalkan dengan niat menunaikan utang puasa Qadha Ramadan namun berkeinginan kuat untuk mengamalkan puasa Arafah secara bersamaan.

"Kalau pun niatnya menunaikan puasa wajib, tapi punya keinginan kuat untuk puasa Arafah dan tak mampu melakukannya karena alasan yang dibenarkan syar'i, maka berpeluang juga dapat pahala dari puasa Arafah," ujar Ustaz Adi Hidayat.

Meski demikian, Ustaz Adi Hidayat tetap menekankan pentingnya untuk melakukan puasa Qadha Ramadan terlebih dahulu karena bersifat wajib. Jadi, kata dia, lebih utama untuk mendahulukan puasa Qadha Ramadan.

Wallahu'alam.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.