Alami Luka Bakar 99 Persen dan Trauma Inhalasi, Korban Ke-17 Bus ALS Meninggal di RSUD Rupit
Yandi Triansyah May 08, 2026 06:27 PM

SRIPOKU.COM, MURATARA – Daftar korban meninggal dunia dalam tragedi bus ALS di Musi Rawas Utara (Muratara) bertambah menjadi 17 orang. 

Muhammad Tahrul Hubaidi, salah satu korban selamat yang sempat dirawat intensif, dinyatakan meninggal dunia di RSUD Rupit akibat infeksi luka bakar berat dan gangguan pernapasan serius, Jumat (8/5/2026).

Pihak RSUD Rupit mengonfirmasi bahwa korban mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 11.55 WIB setelah berjuang melewati masa kritis selama tiga hari di ruang ICU.

Kasi Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Rupit, Riska Dwi Julianti, menjelaskan bahwa kondisi korban sangat berat sejak pertama kali dievakuasi dari lokasi kecelakaan pada Rabu (6/5/2026).

Baca juga: Kisah Muhammad Tahrul, Sang Pencari Kerja yang Menjadi Korban ke-17 Tragedi ALS

Korban mengalami luka bakar mencapai 99 persen di sekujur tubuhnya.

Tim dokter telah melakukan inkubasi, pemasangan ventilator, serta operasi debridement untuk membersihkan jaringan luka bakar.

"Setelah operasi, kondisi korban sempat stabil. Namun, lama-kelamaan mengalami penurunan fungsi tubuh hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia tadi siang," ujar Riska saat memberikan keterangan kepada media, Jumat sore.

Tahrul awalnya direncanakan untuk dirujuk ke RS Bhayangkara Palembang guna mendapatkan perawatan yang lebih spesifik. 

Namun, rencana tersebut harus ditunda karena stabilitas kondisi korban yang tidak memungkinkan untuk menempuh perjalanan darat yang jauh.

"Kami khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan di perjalanan karena kondisinya belum stabil, sehingga rujukan ditunda hingga keadaan membaik, namun takdir berkata lain," ungkap Riska.

Pihak RSUD Rupit kini tengah berkoordinasi dengan keluarga dan kepolisian terkait proses pemulangan jenazah. 

Rencananya, jenazah Tahrul akan langsung dibawa menuju kampung halamannya di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

"Kami masih mengoordinasikan bantuan kendaraan untuk keluarga, apakah menggunakan ambulans rumah sakit atau bantuan dari pihak kepolisian," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.