MENTOK, BABEL NEWS — Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2026 sebesar Rp106,8 miliar.
Hingga April, realisasinya sudah mencapai Rp38,1 miliar atau 35,74 persen dari target 2026.
Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Bangka Barat, Muhammad Ali, mengatakan, pada triwulan I 2026, target bulanan PAD sampai Maret 2026 sebesar Rp26,7 miliar atau 25 persen dari total target tahunan Rp106,8 miliar.
Adapun realisasinya sebesar Rp30,1 miliar atau 28,23 persen.
“Artinya sudah lewat target sampai bulan Maret,” kata Ali, Kamis (7/5/2026).
Kemudian, hingga April 2026, data terbaru realisasi PAD Kabupaten Bangka Barat terus menunjukkan peningkatan dan melampaui target.
Ali menyebut, target PAD sampai April 2026 (Januari-April 2026) sebesar Rp35,6 miliar atau 33,33 persen.
“Dan untuk hasil bulan April 2026 itu sudah kita rekonsiliasikan. Realisasinya adalah sebesar Rp38,1 miliar atau 35,74 persen,” ujarnya.
Menurut Ali, hingga empat bulan pertama tahun 2026 ini, realisasi PAD Kabupaten Bangka Barat sudah menunjukan tren yang baik.
Realisasi PAD tersebut didapat dari sektor pajak daerah, retribusi daerah, jumlah hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, yang biasanya berupa penyertaan modal dan dan lain-lain sebagai sumber pendapatan yang sah.
“Dari total itu barulah yang disebut PAD. Dan yang menyumbangkan PAD itu jumlahnya cukup berimbang di triwulan I,” kata Ali. (u2)