BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Alasan pedagang bakso sampai bikin drama adi korban pembegalan di Tanahlaut Kalsel.
Kasus dugaan pembegalan terhadap seorang pedagang bakso keliling di kawasan Jalan Dewata, Desa Jilatan, Kecamatan Batuampar, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, akhirnya terungkap.
Setelah sempat menghebohkan warga dan memicu keresahan karena disebut terjadi di jalur sepi penghubung Desa Jilatan dan Desa Durianbungkuk, polisi memastikan peristiwa tersebut ternyata hanya rekayasa korban sendiri.
Sebelumnya, pascakejadian, dalam identifikasi awal TKP serta melihat kondisi korban, polisi mendapati hal yang dinilai agak tak lazim. Ada kejanggalan dalam keterangan awal yang disampaikan korban.
Baca juga: Dapat Laporan ABK Kolaps Saat Berlayar, Basarnas Banjarmasin Lakukan Operasi SAR Medis
Baca juga: Maling Helm di Cemara Banjarmasin Beraksi dan Terekam CCTV, Pelaku Diduga Sama
Kapolsek Batuampar AKP Munadi, Jumat (8/5/2026), mengatakan fakta itu terungkap setelah jajaran Resmob Polres Tala, Unit Reskrim, serta anggota Polsek Batuampar kembali mendatangi lokasi kejadian dan meminta keterangan lengkap dari yang bersangkutan.
“Setelah dimintai keterangan lengkap dan dilakukan pengecekan ulang ke TKP, ternyata kejadian penjambretan itu rekayasa belaka,” ujar Munadi.
Pedagang bakso bernama Bambang tersebut sebelumnya mengaku menjadi korban begal pada Rabu pagi dua hari lalu. Ia disebut kehilangan uang belanja dagangan setelah diduga diserang begal saat melewati jalan sepi di Jalan Dewata, Desa Jilatan.
Namun belakangan, lelaki yang tinggal sementara di Desa Jilatan itu mengakui membuat cerita seolah-olah dibegal untuk menutupi kondisi keuangannya yang sedang bermasalah.
Menurut Munadi, alasan utama rekayasa itu agar sang istri yang berada di Lianganggang, Kota Banjarbaru, dapat memaklumi ketika paman bakso itu tidak mengirim uang.
“Selama ini malah sering minta dikirimi uang oleh istrinya. Termasuk uang untuk belanja bahan dagangan pada hari kejadian itu juga baru minta dari istri,” jelas Munadi.
Uang tersebut digunakan untuk apa? Munadi menerangkan berdasar pengakuan yang bersangkutan, uang itu digunakan untuk beli slot (judol).
Paman bakso itu telah datang ke Polsek Batuampar pada Kamis sore untuk memberikan klarifikasi dan mengakui seluruh kebohongan tersebut.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Paman bakso itu juga telah membuat video klarifikasi yang berisi permintaan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Desa Jilatan dan sekitarnya, karena sempat membuat gaduh dan menimbulkan rasa waswas terkait isu begal di kawasan jalan sepi tersebut.
Munadi pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya serta mengingatkan agar persoalan pribadi tidak diselesaikan dengan membuat laporan atau cerita bohong yang meresahkan publik.
Mirip Peristiwa Asli
Seorang pedagang bakso keliling bernama Bambang dikabarkan menjadi korban dugaan begal di kawasan Jembatan Dewata, Desa Jilatan.
Peristiwa itu terjadi di jalur tembus yang menghubungkan Desa Jilatan dengan Desa Durianbungkuk sekitar pukul 10.00 Wita.
Ini merupakan akses jalan sepi yang kerap dilalui warga untuk aktivitas harian, termasuk berdagang ke pasar.
Informasi dihimpun dari relawan, korban sempat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit di Kota Pelaihari setelah kejadian.
Sebuah foto yang beredar memperlihatkan korban mengenakan kaus hitam dan celana panjang warna krem, terbaring di ranjang darurat.
“Korban masih syok, mengalami luka ringan. Tas berisi duit untuk keperluan belanja di pasar, raib digasak pelaku," sebut salah satu relawan.
Belum banyak informasi detail terkait kronologi kejadian. Namun, dugaan sementara mengarah pada aksi pembegalan oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya.
Kepala Desa Jilatan, Akhmadi mengungkapkan, korban merupakan warga Desa Durianbungkuk. Sementara lokasi kejadian berada di Jalan Dewata, RT 6 Dusun Louk Brajang, wilayah Desa Jilatan.
“Korban ditemukan warga pagi tadi dalam kondisi tidak sadarkan diri, tergeletak di semak belukar,” jelas Ahmadi.
Kapolres Tanahlaut, AKBP Ricky Boy melalui Kapolsek Batuampar, AKP Munadi saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden tersebut. Namun, pihaknya belum dapat memberikan keterangan rinci.
“Benar ada kejadian tersebut. Anggota masih di lapangan melakukan penanganan,” ujar Munadi singkat.
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan memastikan kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Pura-pura Syok
Aksi pencurian dengan kekerasan yakni pembegalan menghebohkan warga Desa Jilatan, Kecamatan Batuampar, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, Rabu (6/5/2026) pagi.
Seorang pedagang bakso keliling bernama Bambang dikabarkan menjadi korban dugaan aksi begal di kawasan Jembatan Dewata, Desa Jilatan.
Peristiwa itu terjadi di jalur tembus yang menghubungkan Desa Jilatan dengan Desa Durianbungkuk sekitar pukul 08.00 Wita.
Ini merupakan akses jalan sepi yang kerap dilalui warga untuk aktivitas harian, termasuk berdagang ke pasar.
Informasi dihimpun dari relawan, pasca kejadian korban dievakuasi ke Puskesmas Durianbungkuk.
Sebuah foto yang beredar memperlihatkan korban mengenakan kaus hitam dan celana panjang warna krem, terbaring di ranjang darurat.
“Korban masih syok, mengalami luka ringan. Tas berisi duit untuk keperluan belanja di pasar, raib digasak pelaku," sebut salah satu relawan.
Belum banyak informasi detail terkait kronologi kejadian. Namun, dugaan sementara mengarah pada aksi pembegalan oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya.
Kapolres Tanahlaut AKBP Ricky Boy melalui Kapolsek Batuampar AKP Munadi saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden tersebut. Namun, pihaknya belum dapat memberikan keterangan rinci.
“Benar ada kejadian tersebut. Anggota masih di lapangan melakukan penanganan,” ujar Munadi singkat.
(Banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara/kompas.com)