Unity Ride Bintan Siap Digelar, Satukan Pesepeda Lokal hingga Mancanegara Jelajahi Kepri
Eko Setiawan May 08, 2026 10:28 PM

TribunBatam.id, Batam - Komunitas pesepeda Kepri bersiap menggelar event perdana bertajuk Unity Ride Bintan. 

Kegiatan ini sebuah perjalanan bersepeda lintas pulau yang memadukan petualangan, kebersamaan, dan eksplorasi wisata lokal. 

Ajang ini akan berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 9–10 Mei 2026, dengan start dari Telaga Punggur, Batam.

Berbeda dari event balap pada umumnya, Unity Ride Bintan dirancang sebagai bike retreat yang menitikberatkan pada bonding antarkomunitas. 

Ketua Panitia, Andreas Widya, menegaskan event ini murni bukan ajang kompetisi.

"Ini bukan race sama sekali. Ini adalah acara untuk memperkenalkan dan menyatukan beberapa komunitas pesepeda," ujar Andreas dalam konferensi pers yang digelar di I Hotel Baloi, Batam, Jumat (8/5) sore.

Sebanyak 120 peserta akan mengikuti perjalanan ini, mayoritas dari Batam, Bintan, dan Karimun, ditambah peserta dari Jakarta, Surabaya, Semarang, Singapura, serta sejumlah ekspatriat asal Jepang, Inggris, Prancis, dan Jerman.

Hari Pertama, kata dia menjelaskan peserta menyeberang dari Telaga Punggur, Batam menuju Tanjung Uban, Bintan, lalu bersepeda sejauh 50 km menuju kawasan Lagoi. 

Di sana, peserta akan menikmati makan pagi, sesi foto bersama, makan siang, sebelum check-in ke hotel bintang lima yakni Indigo Hotel dan Movenpick Resort Bintan Lagoon.

Seluruh akomodasi, mulai dari makan pagi, siang, hingga makan malam, ditanggung dalam konsep full service experience. Ini berkat dukungan sponsor utama, Artur Batubara, selaku pemegang saham di kedua properti tersebut.

Malam harinya, peserta akan menikmati gala dinner yang dimeriahkan dengan fun games dan doorprize senilai total Rp 30 juta, termasuk hadiah utama berupa wheelset (roda sepeda).

Hari Kedua, perjalanan dilanjutkan dari Lagoi menuju Tanjung Pinang. Peserta dibagi dalam dua kelompok rute jalur lebih cepat dan jalur santai sebelum berkumpul kembali di ikon Tanjung Pinang, Jembatan Dompak, untuk sesi foto bersama yang diabadikan oleh fotografer resmi panitia.

Finish dijadwalkan di Restoran Seafood, Tanjung Pinang, sebelum tengah hari, usai menempuh perjalanan sekitar empat jam. 

Peserta kemudian akan disambut oleh Dinas Pariwisata Kepri di Gedung Daerah Tanjung Pinang, disana Kepala Dinas Pariwisata akan langsung mengalungkan medali finisher kepada seluruh peserta.

Andreas menyebut event ini juga menjadi momentum untuk mempromosikan pariwisata Kepulauan Riau kepada peserta dari luar daerah maupun mancanegara.

"Betul, karena itu kami juga menyurati Dinas Pariwisata Kepri, dan mereka menyambut kami di Tanjung Pinang," katanya.

Senada, Artur Batubara selaku sponsor utama berharap Unity Ride dapat menjadi pemanasan untuk menghidupkan kembali Tour de Bintan, ini event balap sepeda internasional yang sempat vakum.

"Kalau yang dekat saja tidak support, apalagi yang jauh. Ini bisa jadi titik baru untuk memulai kegiatan riding bersama dan meramaikan kembali Bintan," ujar Artur, yang sebelumnya juga telah mendukung Bintan Marathon dan Bintan Triathlon.

Event ini digagas oleh Willim dan Kastomi, bersama Andreas Widya sebagai ketua panitia, dengan Paul Haryoto ditunjuk sebagai Ride Director yang bertanggung jawab penuh atas kelancaran teknis di lapangan, termasuk penanganan perubahan rute maupun kondisi cuaca.

Unity Ride Bintan mendapat dukungan dari BCA Batam sebagai sponsor keuangan, serta komunitas-komunitas besar di Batam dan Bintan, di antaranya Myti Rider, Anomer, BACC, Ploton WTB, dan OTW.

Seluruh perizinan, termasuk izin penyeberangan sepeda dari Batam ke Bintan, telah diurus oleh panitia guna memastikan kenyamanan dan keamanan seluruh peserta.

Andreas mengungkapkan harapannya agar Unity Ride tidak berhenti di edisi perdana ini. "Kami berharap event ini bisa kami ulangi dan selenggarakan di tempat-tempat lain di Kepri, sehingga menjadi agenda yang bersifat rutin," pungkasnya.

Unity Ride Bintan terbuka untuk seluruh pesepeda umum, baik yang tergabung dalam komunitas maupun tidak karena tujuan utamanya hanya satu, menyatukan para pesepeda dalam satu perjalanan yang tak terlupakan.(TribunBatam.id/bereslumbantobing)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.