TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Kepulan asap hitam disertai kobaran api mendadak membesar dari sebuah ruko dua lantai di kawasan Jalan Patimura, RT 33, Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Jumat (8/5/2026) malam.
Kebakaran yang melanda usaha percetakan Anugerah Printing itu membuat tiga karyawan panik hingga nekat melompat dari balkon lantai dua demi menyelamatkan diri dari kepungan asap pekat dan kobaran api.
Kepala Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandi mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 20.38 WIB melalui Call Center Bahagia 112.
“Begitu laporan diterima, tim langsung bergerak dari Pos Yankar Alam Barajo dan tiba di lokasi sekitar pukul 20.42 WIB. Respon time kita enam menit,” ujar Mustari Affandi.
Ia menjelaskan, objek yang terbakar merupakan ruko dua lantai yang digunakan sebagai usaha percetakan.
Menurut keterangan saksi di lokasi, peristiwa bermula saat salah seorang karyawan bernama Hasanudin (23) sedang berada di lantai dua bangunan.
Tiba-tiba listrik di dalam ruko padam.
Curiga dengan kondisi tersebut, Hasanudin keluar ke balkon untuk memastikan apakah listrik di sekitar bangunan juga mati. Namun ia melihat bangunan lain tetap terang.
Baca juga: Saksi Kata: Saat Petugas Damkar Masuk Plafon Runtuh, Kebakaran 3 Ruko Depan Hotel Aston Jambi
Baca juga: DPR Murka, Sebut Kasus Kematian Dokter Myta yang Magang di Jambi Sebagai Perbudakan
“Korban kemudian turun bersama rekannya untuk mengecek sumber listrik di lantai satu. Saat berada di tangga, mereka melihat asap pekat dan titik api sudah muncul di bagian server CCTV serta lemari di bawahnya,” kata Mustari.
Api dengan cepat membesar lantaran lokasi titik api berada di dekat material yang mudah terbakar, seperti kertas percetakan dan kabel instalasi listrik.
Dalam kondisi panik dan mulai kesulitan bernapas akibat asap tebal, Hasanudin bersama dua rekannya, Riski Fadli (21) dan Wahyudi (24), berusaha menyelamatkan diri dengan kembali naik ke lantai dua.
Mereka lalu nekat melompat dari balkon ruko ke bawah untuk menghindari kobaran api yang terus membesar.
“Salah satu korban, Wahyudi, mengalami cedera terkilir di bagian kaki saat melompat. Ketiganya langsung mendapatkan penanganan medis dari tim PSC 119,” ujarnya.
Warga sekitar yang melihat api semakin membesar sempat berupaya membantu membuka rolling door untuk mengevakuasi kendaraan roda dua dan melakukan pemadaman awal. Namun kobaran api terus membesar hingga akhirnya warga menghubungi petugas damkar.
Sebanyak 25 personel Damkartan Kota Jambi diterjunkan ke lokasi dengan mengerahkan empat unit armada tempur dan suplai air.
Proses pemadaman berlangsung dramatis karena petugas harus berjibaku menahan api agar tidak merembet ke bangunan lain di kawasan padat tersebut.
Petugas juga melakukan koordinasi dengan pihak PLN untuk memutus aliran listrik di lokasi kebakaran demi menghindari korsleting susulan dan risiko sengatan listrik saat proses pemadaman berlangsung.
Selain itu, aparat TNI-Polri turut membantu pengamanan lokasi dan pengaturan arus lalu lintas agar manuver armada pemadam tidak terhambat.
“Kendala di lapangan tadi cukup banyak warga yang menonton terlalu dekat dengan objek kebakaran sehingga menyulitkan akses dan pergerakan armada,” katanya.
Setelah berjibaku sekitar 45 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan dan dilanjutkan proses pendinginan.
Damkartan Kota Jambi memperkirakan penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik pada bagian server CCTV setelah adanya penambahan daya listrik yang tidak diikuti perbaikan instalasi jaringan.
“Dugaan sementara berasal dari konsleting listrik pada jaringan instalasi dan menyambar area yang banyak material mudah terbakar,” ujarnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun tiga karyawan mengalami cedera ringan akibat upaya penyelamatan diri saat kebakaran terjadi. (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
Baca juga: Roy Suryo Bongkar Dugaan Pasal Selundupan dan Desak Uji Materiil Ijazah Jokowi
Baca juga: DPR Murka, Sebut Kasus Kematian Dokter Myta yang Magang di Jambi Sebagai Perbudakan
Baca juga: BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jambi Diguyur Hujan pada 9 Mei 2026