TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Upaya pencarian terhadap Syamsul (32), warga yang dilaporkan hilang di wilayah Dusun Salubulu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, masih terus berlangsung hingga Sabtu (9/5/2026).
Memasuki hari ketujuh pencarian, tim gabungan kembali menyisir kawasan hutan dan perkebunan warga di sekitar lokasi terakhir korban terlihat.
Sejak pagi, personel gabungan dari BPBD Pasangkayu, Basarnas, TNI, Polri, aparat desa, hingga warga setempat bergerak menuju area pencarian dengan membawa perlengkapan lapangan.
Baca juga: Personel Polresta Mamuju Cari Orang Hilang di Tamasapi, Korban Ditemukan Tak Bernyawa
Baca juga: Hari Ketujuh Pencarian Orang Hilang di Sungai Palapi Kalukku Masih Nihil, Basarnas Tutup Operasi
Tim berjalan kaki melewati jalan setapak, area kebun warga, hingga masuk ke kawasan hutan dengan medan cukup berat dan dipenuhi semak belukar.
Pencarian hari ketujuh masih difokuskan di area hutan sekitar Dusun Salubulu yang diduga menjadi jalur yang dilewati korban.
Beberapa titik yang dianggap rawan dan sulit dijangkau kembali diperiksa secara menyeluruh oleh tim gabungan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pasangkayu, Arhamuddin, mengatakan pencarian terus dilakukan secara maksimal meski korban belum ditemukan.
“Tim gabungan hari ini kembali masuk ke area hutan untuk melakukan penyisiran lanjutan. Fokus pencarian masih di sekitar kawasan Salubulu,” ujar Arhamuddin saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Sabtu (9/5/2026).
Arhamuddin menjelaskan, pencarian dilakukan dengan membagi personel ke beberapa regu agar area penyisiran lebih luas.
Selain menyisir jalur hutan, tim juga memeriksa pondok kebun warga dan titik-titik yang sebelumnya pernah dilalui korban.
Menurutnya, kondisi medan yang terjal dan banyaknya semak belukar menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian.
Meski demikian, seluruh personel tetap berupaya melakukan pencarian secara intensif.
“Cuaca dan kondisi medan memang cukup menyulitkan, tetapi pencarian tetap kami lanjutkan bersama seluruh unsur yang terlibat,” katanya.
Sebelumnya, pencarian sempat diperluas hingga ke wilayah Kecamatan Tikke Raya setelah adanya laporan warga yang mengaku melihat seseorang dengan ciri-ciri menyerupai korban.
Namun setelah dilakukan pengecekan langsung, orang tersebut dipastikan bukan Syamsul.
Korban diketahui diduga memiliki riwayat gangguan mental dan sebelumnya beberapa kali dilaporkan hilang, namun selalu ditemukan dalam waktu singkat.
Kali ini, pencarian berlangsung lebih lama karena korban belum ditemukan sejak dinyatakan hilang pada Sabtu (2/5/2026).
Berdasarkan informasi keluarga, korban terakhir kali terlihat sekitar pukul 17.30 WITA di rumah kebunnya di Dusun Salubulu.
Namun hingga malam hari korban tidak kembali ke rumah sehingga keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat dan BPBD Pasangkayu.
Pihak keluarga bersama tim gabungan berharap Syamsul segera ditemukan dalam kondisi selamat. (*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan