TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kirab Budaya Mahkota Binokasih yang digelar di berbagai daerah diikuti puluhan kelompok peserta yang menampilkan budaya dari berbagai daerah.
Peserta kirab dari Bogor juga ikut menjadi bagian dalam kirab budaya tersebut.
Di antaranya peserta dari Kabupaten Bogor yang membawa budaya yang bernama Angklung Gubrag.
Angklung Gubrag ini merupakan budaya asli asal Kampung Cipining, Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
"Keseniannya Angklung Gubrag. Angklung Gubrag khas Kampung Cipining," kata Ki Jawer pelestari Angklung Gubrag yang ikut Kirab Budaya di Kota Bogor, Jumat (8/5/2026) malam.
Ki Jawer menjelaskan, Angklung ini diciptakan dalam prosesi penyambutan Dewi Padi.
Kata angklung sendiri diambil dari nama tempat di kampungnya.
"Kecap angklung bermakna angkleung, itu artinya jauh," katanya.
"Gunung paling jauh di lembur saya, Pasir Angkleung," imbuhnya.
Sementara Gubrag (jatuh) dikaitkan dengan turunnya Dewi Padi, jatuh ke bumi.
Angklung Gubrag, kata dia, biasanya ditampilkan di pesta panen raya, penanaman padi, tolak bala, sedekah bumi, dan lain-lain.
Alat musiknya selain angklung, ada juga dogdog atau dodog, yaitu kendang kecil namun panjang.
"(Ritualnya) Masih aktif sampai sekarang, saya selaku ahli waris keturunan yang ke-12. Terhitung Angklung Gubrag ini 600 tahun usianya," katanya.
"Ada purbakalanya, ada makam penciptanya, nah ieu ahli waris katurunannya," sambungnya sambil menunjukan kelompok rekan-rekannya yang juga masyarakat adat komunal Kampung Cipining.
Warga dari Kampung Cipining ini mengaku bahwa mereka sudah mengikuti Kirab Budaya di berbagai daerah di Jabar.
Agenda Kirab Budaya di Kota Bogor merupakan hari keenam setelah mereka ikut dalam rangkaian Kirab Budaya Binokasi di berbagai daerah di Jabar.