TRIBUNJAKARTA.COM - Insiden kecelakaan maut di Tanjungpinang, anggota TNI AL tewas tertabrak mobil Fortuner pada Jumat (8/5/2026).
Peristiwa kecelakaan maut itu tepatnya terjadi di Jalan Nusantara KM 12, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sekira pukul 10.00 WIB.
Kendaraan yang terlibat yakni mobil Fortuner berkelir hitam bernomor polisi BK 1271 OH dan Beat hitam dengan nomor polisi BP 3612 Q.
Kendaraan yang terlibat kecelakaan maut di Tanjungpinang itu kini berada di Mapolresta Tanjungpinang.
Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol. Indra Ranu Dikarta, S.I.K., M.Si melalui Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang, Iptu Wery Wilson Marbun mengungkapkan pemotor tewas di TKP.
"Pengendara motor merupakan prajurit TNI-AL yang mengendarai sepeda motor Honda Beat," ucapnya.
Anggota TNI AL yang tewas di lokasi berinisial Mms (22). Sedangkan pengemudi mobil Fortuner yakni warga negara asing (WNA) China berinisial Ct (32).
Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol. Indra Ranu Dikarta, S.I.K., M.Si melalui Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang, Iptu Wery Wilson Marbun menjelaskan kronologi kecelakaan maut tersebut.
Kecelakaan berawal saat mobil Toyota Fortuner warna Hitam yang dikemudikan inisial Ct melaju dari arah Lanudal Tanjungpinang hendak menuju ke arah Hotel Aston Tanjungpinang.
Tepat di depan pangkas rambut Setia atau jembatan KM 12, mobil Fortuner memotong jalan sebelah kanan mobil lain yang ada di depannya.
Di saat bersamaan datang dari arah berlawanan sepeda motor yang dikendarai korban Mms.
"Tabrakan pun tak bisa terelakan lagi. Korban alami luka parah, nyawanya tak tertolong lagi," jelasnya.
Korban lalu dievakuasi ke RSAL dr. Midiyato Suratani Kota Tanjungpinang menggunakan mobil ambulans TNI AL.
Akibat kecelakaan ini, kerugian materi kerusakan kendaraan akibat kecelakaan diperkirakan Rp 15 juta.
"Kesimpulan sementara, mobil Toyota Fortuner warna Hitam BK 1271 OH saat mendahului kendaraan lain keluar jalur dan menabrak motor yang dikendarai korban," ujarnya.
Kasus ini sedang ditangani Satlantas Polresta Tanjungpinang.
Jejak benturan keras masih jelas tertinggal dan terlihat nyata di sepanjang badan jalan dan sisi jembatan.
Di aspal yang masih basah bekas pembersihan, terlihat berserakan berbagai macam sisa komponen kendaraan.
Mulai dari pecahan kaca, potongan bodi motor yang hancur, serpihan suku cadang kecil yang tercecer hingga ke pinggir bahu jalan.
Di tengah jalan, tampak jelas garis-garis berwarna putih yang digambar tim penyidik kepolisian saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Garis sketsa itu dibuat dengan rinci untuk menandai posisi awal kendaraan, arah datangnya kendaraan, hingga titik jatuhnya korban terpental akibat tabrakan.
Sketsa sederhana tersebut seolah menceritakan betapa dahsyatnya benturan yang terjadi pagi tadi.
Bekas gesekan ban yang panjang dan noda-noda di permukaan jalan, semakin menegaskan kejadian berlangsung sangat cepat dan tak terelakkan.
Posisi kejadian yang berada tepat di atas jembatan, dengan lebar jalan yang cukup terbatas, membuat dampak kecelakaan terasa semakin mengerikan.
Pengendara yang melintas pada umumnya mengurangi kecepatan laju kendaraan untuk melihat secara langsung kondisi jalan usai kecelakaan.
Beberapa pengendara terlihat mengamati garis dan serpihan sparepart kendaraan yang berserakan di badan jalan.
Bekas darah segar juga masih terlihat menempel di aspal.
"Itu masih terlihat jelas jejak-jejaknya. Apalagi garis putih yang digambar anggota Satlantas Polresta Tanjungpinang itu. Jadi terbayang bagaimana posisi mereka saat bertabrakan tadi pagi," ujar seorang pengendara, Kevin.
(TribunJakarta.com/TribunBatam.id)