TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA — Kabupaten Badung saat ini mengalami surplus besar pada komoditas beras dan daging. Meski demikian tercatat komoditas yang masih kurang yakni cabai serta telur ayam.
Data per April 2026 menunjukkan stok beras mencapai 3.068,33 ton, kemudian daging babi melimpah hingga 2.414 ton dan daging ayam surplus 3.253 ton, sementara produksi telur ayam justru minus 242,19 ton.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana yang dikonfirmasi Jumat 7 Mei 2026 tidak menampik hal itu. Dirinya mengaku saat ini produksi gabah di Badung naik tajam dari Maret ke April.
"Karena produksi gabah meningkat, sehingga ketersediaan beras untuk masyarakat sangat aman. Begitu juga dengan daging babi dan ayam yang stoknya sangat melimpah untuk memenuhi kebutuhan warga," ujarnya.
Baca juga: Tembok Toko Sembako di Marga Tabanan Dibobol, Puluhan Karung Beras, Minyak Goreng dan Gula Lenyap
Meskipun pasokan karbohidrat dan protein hewani stabil, neraca pangan menunjukkan defisit pada komoditas bumbu dapur dan telur ayam.
Produksi cabai rawit tercatat masih kurang 25,89 ton, sementara telur ayam mengalami kekurangan pasokan paling dalam sebesar 242,19 ton pada bulan April.
"Untuk telur memang Badung masih kurang karena ketersediaan masih dibantu Tabanan dan Bangli. Ini yang ke depan kami carikan formula agar peternak kembali bergeliat dalam berusaha," bebernya Raka Sukadana.
Lebih lanjut terkait dengan kebutuhan pangan, Agung Sukadana menegaskan pemerintah daerah menggenjot program perluasan tanam serta subsidi benih padi untuk lahan seluas 12.000 hektare.
Langkah proteksi juga diberikan melalui asuransi usaha tani padi (AUTP) seluas 14.000 hektare guna menjamin keamanan produksi petani dari risiko gagal panen.
"Kami siapkan asuransi dan subsidi benih agar petani tenang dalam berproduksi meski ada fluktuasi cuaca. Fokus kami adalah memastikan luas tambah tanam mencapai target belasan ribu hektare tahun ini," jelasnya.
Pemkab Badung juga menyalurkan bantuan alat mesin pertanian berupa traktor, cultivator, hingga pembangunan jalan usaha tani guna mempermudah akses logistik di lahan produksi.
"Bantuan alat mesin pertanian dan pembangunan jalan di sawah terus kita percepat di Mengwi sampai Petang supaya ongkos angkut hasil panen lebih murah," bebernya.
Raka Sukada menyebutkan data lima tahun terakhir, tren ketahanan pangan di Badung menunjukkan performa yang stabil sejak defisit di tahun 2021.
Rata-rata produksi beras tahunan berada di angka 63.961 ton, yang secara konsisten melampaui angka kebutuhan rata-rata penduduk sebesar 50.966 ton per tahun.
"Kalau kita lihat data series dari 2021 sampai 2025, Badung ini sebenarnya sudah swasembada beras. Produktivitas lahan kita cukup tinggi, rata-rata bisa menghasilkan 6,68 ton gabah per hektarenya," imbuhnya. (*)