Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan (Jaksel) mengajukan anggaran sekitar Rp16 miliar untuk percepatan pengolahan sampah organik melalui teba modern dan biopori jumbo.

"Kami mengajukan sekitar Rp16 miliar terkait peralatan pengolahan sampah organik di wilayah," kata Kepala Seksi Peran Serta Masyarakat Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan Hendrik Mindo Sihombing saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.

Dia menjelaskan anggaran tersebut mencakup sarana dan prasarana yang akan dibagikan ke masyarakat, salah satunya peralatan untuk membuat biopori mandiri.

Terlebih, Pemkot Jaksel menargetkan setiap rumah memiliki biopori mandiri sebagai upaya mempercepat pengurangan sampah organik dan menekan pengiriman sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

“Kalau rumah pekarangannya luas, boleh per satu rumah pakai biopori sendiri. Pakai ember saja wadahnya. Karena kalau kita hitung, sampah sisa makanan itu jadi banyak karena ditabung dari yang kecil-kecil, dan itu yang paling bau,” ujar Hendrik.

Dia pun menilai wilayah Jakarta Selatan masih memiliki lahan hijau yang lebih banyak dan bagus untuk dijadikan pupuk.

Menurut dia, konsep pengolahan sampah tersebut mengedepankan penyelesaian sampah langsung dari sumbernya sehingga tidak perlu diangkut ke TPST Bantargebang.

Untuk pelaksanaannya, dia memaparkan biopori jumbo akan dibagikan per RT dengan kapasitas tabung 30 hingga 80 liter, sedangkan teba modern dibangun di sejumlah titik strategis.

Kemudian, pihaknya juga berencana memanfaatkan sumur resapan lama yang tidak lagi digunakan untuk dijadikan teba modern.

“Bisa. Yang penting, jangan banjir. Kita tinggikan, selesai. Jadi, air nggak masuk lagi,” tutur Hendrik.

Pemkot Jaksel menargetkan pengurangan sampah hingga 50 persen secara bertahap pada Agustus 2026 dan penghentian total pengiriman sampah ke Bantargebang mulai 1 Januari 2027.

Selain rumah tangga, tempat usaha, seperti hotel, restoran dan kafe nantinya juga diwajibkan mengolah sampah secara mandiri dengan menggunakan teba modern.