Album Perdana SMARAI ‘Semai’ Hadirkan Lagu-lagu tentang Luka, Penerimaan, dan Optimisme
Hari Susmayanti May 09, 2026 02:04 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA  - Grup musik SMARAI resmi memperkenalkan album penuh perdana mereka bertajuk 'Semai' setelah sebelumnya debut lewat single 'Ajari Aku' yang dirilis pada Oktober 2025.

Album berisi sembilan lagu tersebut menjadi penanda langkah lanjutan SMARAI dalam memperkenalkan identitas musikal mereka secara lebih utuh.

Bagi SMARAI, “Semai” bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan gambaran proses perjalanan hidup yang penuh harapan, luka, hingga keberanian untuk terus tumbuh.

Judul album itu dipilih sebagai simbol fase awal pertumbuhan, ketika seseorang mulai menanam dan merawat sesuatu untuk berkembang di kemudian hari.

Menurut mereka, nama SMARAI yang berasal dari kata “semarai”, bermakna tumbuh, berkembang, dan merekah, memiliki keterkaitan erat dengan konsep album “Semai”.

“Maka setelah kami merilis single 'Ajari Aku', kami melanjutkan perjalanan tersebut dengan album 'Semai' untuk membuka lebih lebar pintu rumah kami, untuk memperkenalkan diri dengan lebih utuh sebagai band baru, juga untuk mewujudkan komitmen bahwa SMARAI adalah grup yang serius sejak hari pertama kami terbentuk," kata Dhedot Dedy Riyono.

Dalam album tersebut, lagu Optimis dipilih sebagai single andalan kedua. Lagu ciptaan Agib Tanjung itu ditempatkan sebagai trek penutup album dan hadir dengan aransemen yang berkembang secara bertahap. \

Lagu dibuka dengan nuansa reflektif sebelum perlahan menuju klimaks emosional yang lebih mengangkat semangat.

Secara tema, “Optimis” berbicara tentang perjuangan menghadapi masa sulit, kegagalan, hingga keberanian untuk tetap berjalan di tengah berbagai tekanan hidup.

“Lagu ini adalah lagu untuk kita semua, lagu tentang bertahan menghadapi masalah tanpa menyangkal luka. Lagu ini tidak menafikan kesedihan, tidak juga menyangkal kegagalan, tetapi justru keberanian untuk berdiri di tengah badai dan memilih untuk tetap melangkah," kata Agib Tanjung.

Agib menjelaskan sejak awal lirik “Optimis” memang tidak diarahkan pada tema spesifik seperti percintaan, melainkan persoalan umum yang dekat dengan kehidupan banyak orang.

Mulai dari masalah keluarga, karier, keuangan, hingga tekanan sosial yang berpengaruh terhadap kesehatan mental.

“SMARAI sepakat memilih lagu 'Optimis' sebagai single kedua karena kami merasa tema lagu ini selalu timeless, bisa selalu relate dengan kehidupan sehari-hari. Kami juga berharap lagu ini bisa jadi penyemangat banyak orang, bahwa hidup memang tidak selalu baik, tapi kita harus punya mental untuk selalu optimis," ujar Agib Tanjung.

Tidak hanya merilis lagu, SMARAI juga kembali menghadirkan karya visual berupa video klip sekaligus film pendek untuk “Optimis”.

Produksi visual tersebut digarap oleh Gelora Abadi Sentosa Indonesia atau GAS.ID yang dipimpin Bagoes Kresnawan. Sementara proses film scoring dikerjakan oleh Aza Ardito dan Sasi Kirono.

Berbeda dengan konsep visual “Ajari Aku” yang mengangkat kisah percintaan anak muda, film pendek “Optimis” memilih cerita yang lebih dekat dengan realitas sosial, yakni kehidupan seorang guru honorer.

Film tersebut menampilkan sosok Abdul yang diperankan Kukuh Prasetya, seorang guru honorer yang berjuang menghadapi tekanan ekonomi dan kerasnya kehidupan sehari-hari.

Ia digambarkan harus bertahan dengan kondisi serba terbatas, mulai dari persoalan biaya hidup, konflik dengan pemilik kos akibat tunggakan sewa, hingga perjuangan menempuh perjalanan sulit menuju sekolah tempatnya mengajar.

Situasi semakin berat ketika istrinya memilih pergi karena tak lagi sanggup menghadapi kemiskinan yang mereka alami.

“Sejak awal, aku berpikir lagu 'Optimis' ini harus relate, karena dari liriknya ini bisa sangat luas. Aku langsung kepikiran, profesi guru honorer ini bisa diangkat, terlebih profesinya masih akan selalu tersorot dengan segala problematikanya," kata Bagoes Kresnawan.

Di tengah titik terendah kehidupannya, karakter Abdul kemudian menemukan kembali alasan untuk bertahan setelah melihat semangat belajar murid-muridnya di kelas.

Baca juga: YUHU. Rilis ‘Bertemu Di Sini’, Lagu Tentang Rindu dan Harapan untuk Bertemu Kembali

Momen itu menjadi titik balik yang mengembalikan keyakinannya untuk tetap melanjutkan hidup dengan optimisme.

“Paling krusial gaji yang sedikit, ketidakpastian karier, masalah tekanan dari keluarga dan lingkungan, dan lagi-lagi bisa berkaitan dengan kesehatan mentalnya. Ini relevan dengan lirik lagu 'Optimis'," ujar Bagoes Kresnawan.

Album “Semai” sendiri diproduksi di Satrio Piningit Studio. Proses rekaman instrumen dikawal oleh Abraham Mico dari Pleasure Seekers sebagai sound engineer, sedangkan mixing dan mastering seluruh lagu dikerjakan oleh Sasi Kirono.

Album “Semai” resmi dirilis di berbagai platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Pada tanggal yang sama, film pendek “Optimis” juga mulai tayang melalui kanal YouTube SMARAI, sementara video klipnya menyusul beberapa hari setelahnya.

Menariknya, perilisan film pendek tersebut bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Momentum itu dipilih karena dinilai selaras dengan cerita yang diangkat mengenai perjuangan guru honorer.

Melalui perilisan tersebut, SMARAI berharap pesan dalam “Optimis” dapat menjadi bentuk apresiasi bagi para tenaga pendidik yang tetap bertahan dan terus berjuang di tengah berbagai keterbatasan.

SMARAI sendiri dibentuk pada pertengahan 2023 dengan personel yang berasal dari latar belakang berbeda.

Selain Dhedot yang masih aktif sebagai drummer Letto, Agib Tanjung juga dikenal sebagai jurnalis dan session player sejumlah musisi nasional.

Bagoes Kresnawan aktif sebagai sutradara film sekaligus founder GAS.ID, Aza Ardito sebagai session player beberapa artis, dan Sasi Kirono sebagai produser musik yang turut terlibat dalam karya sejumlah musisi, termasuk Putri Ariani.

Pasca merilis “Ajari Aku”, SMARAI juga aktif membuat berbagai konten kreatif secara daring maupun luring.

Salah satu yang rutin mereka hadirkan ialah konten “Main Bareng”, berupa video pendek kolaborasi menyanyikan lagu “Ajari Aku” bersama berbagai figur, mulai dari grup musik, solois, MC, hingga komedian.

Beberapa konten tersebut bahkan berhasil meraih ratusan ribu penayangan di Instagram.

Selain konten musik, para personel SMARAI juga sempat memproduksi drama pendek dengan konsep penggarapan yang serius, baik dari sisi cerita maupun kualitas audio visual.(nto)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.