TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Mobilitas masyarakat melalui jalur kereta api di wilayah selatan Pulau Jawa terus menunjukkan peningkatan.
Hal itu tercermin dari lonjakan jumlah penumpang di Stasiun Kutoarjo yang kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai gerbang transportasi utama Kabupaten Purworejo sekaligus simpul strategis jalur selatan Jawa.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin mengatakan, rata-rata volume penumpang berangkat dan datang di Stasiun Kutoarjo terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.
Pada 2023, rata-rata volume penumpang tercatat sebanyak 77.117 orang per bulan.
Angka tersebut meningkat menjadi 92.354 penumpang pada 2024, lalu kembali naik menjadi 97.408 penumpang pada 2025.
"Bahkan hingga April 2026, rata-rata volume penumpang sudah mencapai 116.672 orang per bulan," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, dalam rilis, Sabtu (9/5/2026).
Menurut As’ad, peningkatan tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api yang dinilai aman, nyaman, dan efisien.
Sebagai salah satu stasiun besar di jalur selatan Pulau Jawa, Stasiun Kutoarjo memiliki posisi penting dalam jaringan perkeretaapian nasional.
Selain menghubungkan berbagai kota besar, stasiun ini juga menjadi pusat mobilitas masyarakat di wilayah Purworejo dan sekitarnya untuk berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari pekerjaan, pendidikan, hingga pariwisata.
Baca juga: 19 Perlintasan KA di Blora Belum Ada Palang Pintu: Terkendala Anggaran, Satu Titik Butuh Rp 200 Juta
"Lokasinya yang strategis menjadikan Stasiun Kutoarjo sebagai pilihan utama masyarakat dalam mengakses layanan transportasi kereta api," jelasnya.
Saat ini, Stasiun Kutoarjo melayani sebanyak 82 perjalanan kereta api jarak jauh setiap hari dengan berbagai pilihan layanan, mulai dari kelas ekonomi, eksekutif, hingga layanan premium seperti Suite Class Compartment dan Panoramic.
Selain itu, stasiun ini juga melayani perjalanan KA lokal Prambanan Ekspres atau Prameks relasi Yogyakarta-Kutoarjo pulang pergi.
Dari Stasiun Kutoarjo, pelanggan dapat menikmati konektivitas langsung menuju berbagai kota besar di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang hingga Banyuwangi.
KAI juga menghadirkan layanan kereta api bersubsidi melalui skema Public Service Obligation (PSO) guna memberikan tarif perjalanan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Untuk perjalanan menuju Jakarta, masyarakat dapat menggunakan KA Bengawan dengan tarif mulai Rp70.000 hingga Rp74.000.
Sementara untuk tujuan Bandung, tersedia KA Kutojaya Selatan dengan tarif Rp58.000 sampai Rp62.000.
Adapun KA Kahuripan melayani perjalanan menuju Bandung sekaligus wilayah Jawa Timur seperti Kediri dan Blitar dengan tarif Rp80.000 hingga Rp84.000.
"Tarif terjangkau pada KA-KA tersebut diwujudkan melalui skema Public Service Obligation (PSO), yakni layanan transportasi publik bersubsidi dari pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang dioperasikan oleh KAI," terang As’ad.
Baca juga: Kebakaran Tengah Malam Hanguskan Kantin dan Pos Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Purwokerto
Tak hanya sebagai pusat mobilitas, Stasiun Kutoarjo juga dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pariwisata.
Dari stasiun ini, pelanggan dapat mengakses berbagai destinasi wisata seperti Candi Borobudur, kawasan pantai selatan Purworejo, hingga wilayah barat Yogyakarta.
Kemudahan akses tersebut turut didukung keberadaan moda transportasi lanjutan seperti bus, angkutan umum, transportasi online, hingga shuttle wisata.
Dari sisi fasilitas, KAI terus melakukan pengembangan guna meningkatkan kenyamanan pelanggan.
Berbagai fasilitas yang kini tersedia di antaranya ruang tunggu nyaman, layanan face recognition untuk boarding, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, charging corner, hingga tenant dan UMKM di area stasiun.
As’ad menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan layanan dan fasilitas agar Stasiun Kutoarjo mampu memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi masyarakat.
"KAI Daop 5 Purwokerto berharap keberadaan Stasiun Kutoarjo dapat terus memberikan manfaat luas bagi masyarakat, sekaligus menjadi penggerak konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Purworejo dan sekitarnya," tutupnya. (jti)