TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersiap menjadi tuan rumah ajang "Business Dialog & Charity Golf Tournament" yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY pada 5-6 Juni 2026 mendatang.
Lewat agenda diplomasi olahraga yang akan dihadiri belasan duta besar ini, DIY membidik perluasan jejaring serta potensi investasi baru, dengan syarat mutlak dari Gubernur DIY yakni investasi harus berbasis pelestarian lingkungan.
Wakil Ketua Umum Koordinator 3 Kadin DIY (Bidang Industri, Infrastruktur, Energi, Lingkungan Hidup, Agribisnis, dan Sumber Daya Maritim) Hermawan Ardiyanto menyampaikan hal tersebut seusai bersilaturahmi dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (8/5/2026) kemarin.
Menurut Hermawan, Sri Sultan memberikan dukungan penuh terhadap perhelatan tersebut, namun menitipkan pesan tegas mengenai kriteria pemodal yang masuk ke DIY.
“Pak Gubernur tadi menekankan, intinya investasi yang berbasis lingkungan, investasi yang tidak merusak lingkungan. Bukan industri berat, tetapi industri yang green energy. Keberpihakan atau faktor menjaga lingkungan jadi perhatian utama ya. Sudah disampaikan berkali-kali juga oleh pemerintah, melalui Pak Gubernur, jangan sampai merusak lingkungan,” jelas Hermawan.
Perhelatan berskala internasional ini merupakan agenda rutin tahunan yang kali ini menempatkan DIY sebagai tuan rumah.
Rangkaian acara akan diawali dengan Business Dialog pada 5 Juni, kemudian dilanjutkan dengan Charity Golf Tournament yang berlokasi di kawasan Cangkringan, Kabupaten Sleman, pada 6 Juni.
Sri Sultan dilaporkan berkenan untuk hadir dalam kedua agenda tersebut.
Baca juga: Sempat Ada 6 Kasus, Dinkes Pastikan DIY Nihil Hantavirus di Awal 2026
Hingga saat ini, Kadin DIY mencatat sedikitnya 10 duta besar telah mengonfirmasi kehadiran mereka.
Pihak penyelenggara memproyeksikan jumlah delegasi akan terus bertambah menjelang hari pelaksanaan.
“Mereka adalah para dubes yang tergabung dalam ambassador golf club di Kadin Indonesia. Yang sudah konfirmasi akan hadir ini, seperti dari Australia, New Zealand, Arab Saudi, Meksiko, Hungaria, dan Kuba. Yang lainnya masih dalam proses konfirmasi. Yang aktif memang dalam ambassador golf club ini ada 22. Perkirakan kami akan hadir 15 sampai 20 duta besar,” papar Hermawan.
Momen pertemuan dengan para duta besar ini dinilai sebagai langkah strategis untuk membuka celah pasar yang selama ini belum tersentuh oleh para pengusaha lokal.
Melalui forum bisnis, Kadin DIY akan secara komprehensif memaparkan potensi daerah, mulai dari pariwisata hingga perdagangan internasional.
“Para duta besar yang hadir kan mewakili potensi ekonomi masing-masing. Nanti dalam forum Business Dialogue itu akan dipresentasikan potensi investasi, tourism, dan perdagangan dari Jogja ke duta besar-duta besar yang hadir. Jadi nanti potensi-potensi investasi pasar yang belum terbuka bisa diambil oleh pengusaha-pengusaha Yogyakarta. Dan juga potensi wisata serta investasi yang ada di Yogyakarta bisa lebih dikenal oleh pengusaha-pengusaha dari negara-negara yang datang ke Yogyakarta,” ucap Hermawan.
Selaras dengan arahan dari Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kadin DIY telah menyiapkan tawaran investasi yang berfokus pada sektor energi terbarukan (renewable energy), seperti pengembangan kincir angin dan panel surya.
Kadin DIY menilai karakter DIY yang mengandalkan kebudayaan dan pariwisata tidak sejalan dengan industri yang bersifat polutif.
“Investasinya kita arahkan green investment. Investasi yang tidak masif, investasi yang tidak padat, yang tidak polutif, Ini menurut saya penting sekali, karena Yogyakarta itu modalnya kan budaya dan lingkungan yang juga terkait pariwisata. Jadi kalau salah satu rusak, tentu saja akan berperan besar sekali ya. Kebetulan Dubes Arab Saudi akan hadir dan investor dari Arab Saudi sangat masif lah untuk investasi di renewable energy ini,” pungkasnya. (*)