Kondisi Jembatan Ina Marina Tak Prima, UPP Amahai: Perlu Evaluasi Keberangkatan Jemaah Haji
Mesya Marasabessy May 09, 2026 01:04 PM

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG, TRIBUNAMBON.COM - Di tengah antusiasme ratusan masyarakat yang mengantar Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Maluku Tengah, muncul pemandangan tak biasa saat momen keberangkatan JCH di Pelabuhan Ina Marina, Kota Masohi.

‎Tak seperti tahun sebelumnya, tepat Jumat (8/5/2026), ratusan masyarakat memadati jembatan di Pelabuhan Ina Marina untuk melepas 47 Jemaah Calon Haji menunaikan ibadah di Tanah Suci Mekkah.

‎Padahal kondisi jembatan diketahui tak prima dan berpotensi mengancam keselamatan jiwa. Hal itulah yang menimbulkan perbedaan pengaturan sirkulasi pengantar JCH dari tahun 2025.

‎Dimana saat keberangkatan JCH di tahun lalu, para pengantar yang adalah kerabat Jemaah Calon Haji dilarang memasuki area jembatan lantaran kerentanan dari sisi infrastruktur jembatan.

‎Namum, pada Jumat (8/5/2026), ratusan pengantar berhasil menerobos pagar pelabuhan dan memadati area jembatan.

‎Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran otoritas pelabuhan dalam hal ini Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Amahai.

‎Atas hal tersebut, UPP Kelas III Amahai meminta agar panitia atau penyelenggara haji dapat mengevaluasi sirkulasi keberangkatan Jemaah Calon Haji.

‎Hal itu dikatakan Wakil Kepala UPP Kelas III Amahai, Husein Tuanaya saat diwawancarai TribunAmbon disela-sela memantau sirkulasi keberangkatan penumpang.

‎"Seperti yang dilihat, mestinya kedepan-kedepan mesti dievaluasi. Dermaga Ina Marina tidak stabil. Untuk kondisi pengantar itu," ujar Tuanaya.

Baca juga: Danau Sole Masuk 10 Besar API Awards 2026 Kategori Surga Tersembunyi: Ayo Beri Dukungan

Baca juga: Bangun Motivasi Jajaran, Sekjen ATR/BPN Beri Penghargaan kepada Satker Pengelola Kearsipan Terbaik


‎Dikonfirmasi soal overload pengantar di dermaga dengan kondisi dermaga tak stabil, Tuanaya mengiyakan. 

‎"Kondisi kapal baik-baik saja, namun sekarang yang paling banyak di dermaga ini para pengantar. Jemaah haji biasa-biasa saja (jumlahnya normal)," ujarnya.

‎Dikonfirmasi pula soal jadwal keberangkatan kapal, Tuanaya mengaku, ada penumpang yang komplen dengan perubahan jadwal.

‎"Sebenarnya Panitia tidak mengkondisikan jadwal keberangkatan kapal, karena ada penumpang yang komplen kita juga. Mengingat ada yang buru pesawat, mereka juga buru-buru dari sini, bisa juga ticketing-nya terlambat," imbuh Tuanaya.

‎Untuk Pelayanan jemaah haji ia menyebut, berjalan lancar. Namun kedepan Tuanaya menyampaikan agar dilakukan rapat koordinasi lintas sektoral guna memastikan keberangkatan jemaah tanpa menimbulkan masalah lain.

‎"Kedepan-kedepan ini perlunya rapat koordinasi antara Pemerintah Daerah, juga penyelenggara haji dengan pihak Sabandar terkait masalah pelayanan (jemaah) di Pelabuhan Ina Marina," pungkas Tuanaya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.