Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG, TRIBUNAMBON.COM - Di tengah antusiasme ratusan masyarakat yang mengantar Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Maluku Tengah, muncul pemandangan tak biasa saat momen keberangkatan JCH di Pelabuhan Ina Marina, Kota Masohi.
Tak seperti tahun sebelumnya, tepat Jumat (8/5/2026), ratusan masyarakat memadati jembatan di Pelabuhan Ina Marina untuk melepas 47 Jemaah Calon Haji menunaikan ibadah di Tanah Suci Mekkah.
Padahal kondisi jembatan diketahui tak prima dan berpotensi mengancam keselamatan jiwa. Hal itulah yang menimbulkan perbedaan pengaturan sirkulasi pengantar JCH dari tahun 2025.
Dimana saat keberangkatan JCH di tahun lalu, para pengantar yang adalah kerabat Jemaah Calon Haji dilarang memasuki area jembatan lantaran kerentanan dari sisi infrastruktur jembatan.
Namum, pada Jumat (8/5/2026), ratusan pengantar berhasil menerobos pagar pelabuhan dan memadati area jembatan.
Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran otoritas pelabuhan dalam hal ini Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Amahai.
Atas hal tersebut, UPP Kelas III Amahai meminta agar panitia atau penyelenggara haji dapat mengevaluasi sirkulasi keberangkatan Jemaah Calon Haji.
Hal itu dikatakan Wakil Kepala UPP Kelas III Amahai, Husein Tuanaya saat diwawancarai TribunAmbon disela-sela memantau sirkulasi keberangkatan penumpang.
"Seperti yang dilihat, mestinya kedepan-kedepan mesti dievaluasi. Dermaga Ina Marina tidak stabil. Untuk kondisi pengantar itu," ujar Tuanaya.
Baca juga: Danau Sole Masuk 10 Besar API Awards 2026 Kategori Surga Tersembunyi: Ayo Beri Dukungan
Baca juga: Bangun Motivasi Jajaran, Sekjen ATR/BPN Beri Penghargaan kepada Satker Pengelola Kearsipan Terbaik
Dikonfirmasi soal overload pengantar di dermaga dengan kondisi dermaga tak stabil, Tuanaya mengiyakan.
"Kondisi kapal baik-baik saja, namun sekarang yang paling banyak di dermaga ini para pengantar. Jemaah haji biasa-biasa saja (jumlahnya normal)," ujarnya.
Dikonfirmasi pula soal jadwal keberangkatan kapal, Tuanaya mengaku, ada penumpang yang komplen dengan perubahan jadwal.
"Sebenarnya Panitia tidak mengkondisikan jadwal keberangkatan kapal, karena ada penumpang yang komplen kita juga. Mengingat ada yang buru pesawat, mereka juga buru-buru dari sini, bisa juga ticketing-nya terlambat," imbuh Tuanaya.
Untuk Pelayanan jemaah haji ia menyebut, berjalan lancar. Namun kedepan Tuanaya menyampaikan agar dilakukan rapat koordinasi lintas sektoral guna memastikan keberangkatan jemaah tanpa menimbulkan masalah lain.
"Kedepan-kedepan ini perlunya rapat koordinasi antara Pemerintah Daerah, juga penyelenggara haji dengan pihak Sabandar terkait masalah pelayanan (jemaah) di Pelabuhan Ina Marina," pungkas Tuanaya. (*)