TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Persoalan kelistrikan yang selama ini dikeluhkan masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas mulai menemukan titik terang.
Rapat audiensi antara Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas dengan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tanjungpinang, Rabu (6/5/2026), membawa kabar baik bagi warga.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas solusi jangka pendek hingga jangka panjang untuk mengatasi persoalan pasokan listrik di wilayah Anambas.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Ayub, mengatakan solusi jangka pendek yang akan dilakukan PLN ialah mendatangkan mesin pembangkit berkekuatan 1 Megawatt (MW) untuk menambah pasokan listrik di Kecamatan Siantan.
Mesin tersebut saat ini sedang dalam proses pengiriman dari Medan, Sumatera Utara.
Sementara untuk solusi jangka panjang, Kabupaten Kepulauan Anambas dipastikan akan mendapatkan program pembangunan 20 titik Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Baca juga: DPRD Anambas Setujui Rapenda Anggaran 2026 dan Ranperda Kawasan Tanpa Rokok
“Insyaallah pada akhir tahun, tim survei UP3 dan kementerian akan turun ke Anambas. Dengan adanya program PLTS ini, insyaallah persoalan listrik di Anambas bisa terselesaikan,” ujar Ayub kepada TRIBUNBATAM.id, Jumat (8/5/2026).
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung proses survei nantinya dengan memberikan informasi yang akurat kepada tim di lapangan agar program tersebut dapat berjalan lancar dan segera direalisasikan.
Menurut Ayub, program PLTS itu merupakan bagian dari program nasional yang digagas pemerintah pusat.
“Ini merupakan salah satu program Pak Presiden lewat Danantara. Dari sekian banyak kabupaten/kota di Indonesia, Kabupaten Anambas menjadi salah satu daerah yang mendapatkan program tersebut,” tegasnya.
Kabar mengenai rencana pembangunan 20 titik PLTS itu pun disambut antusias oleh masyarakat Anambas.
Petoy, warga Tarempa, menilai program tersebut menjadi langkah positif untuk memperbaiki kondisi kelistrikan di daerahnya.
“Bagus itu, langkah baik untuk PLN kita di Anambas,” katanya.
Ia mengaku, selama ini kapasitas mesin PLN dinilai sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, terutama di wilayah Tarempa. Kondisi itu menyebabkan pemadaman listrik bergilir yang belakangan sering dikeluhkan warga.
Warga lainnya, Nurus, berharap pembangunan PLTS nantinya bisa tersebar merata di seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas agar seluruh masyarakat dapat menikmati layanan listrik selama 24 jam.
“Semoga pihak PLN bisa menemukan titik koordinat yang bagus,” ujarnya.
Sementara itu, Dharma, warga Tarempa lainnya, berharap program PLTS tersebut tidak hanya memperkuat pasokan listrik, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.
“Bisalah dibuka lapangan kerja untuk masyarakat Tarempa,” ucapnya optimistis. (TRIBUNBATAM.id/Surya Iskandar)