Cilacap Genjot 19 Desa Wisata, Targetkan Titik Nol KM Jadi Magnet Baru Wisatawan
Rustam Aji May 09, 2026 01:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap mempercepat pengembangan sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Saat ini, sebanyak 19 desa wisata tengah didorong untuk naik kelas guna memaksimalkan potensi alam dan budaya yang dimiliki wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Cilacap, Budi Narimo, menyatakan bahwa pengembangan ini dilakukan dengan mengklasifikasikan desa wisata ke dalam tiga kategori: maju, berkembang, dan rintisan.

“Kami mendorong kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, dan pengelola agar promosi potensi wilayah lebih masif. Harapannya, wisata bukan hanya ramai, tapi benar-benar meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujar Budi, Sabtu (9/5/2026).

Pemetaan Desa Wisata

Hingga saat ini, kategori desa wisata maju dipimpin oleh Desa Jetis dan Desa Karangmangu yang dinilai telah memiliki tata kelola mandiri. Sementara itu, kategori berkembang meliputi Desa Sindangbarang, Tambaksari, Pesanggrahan, dan Gentasari.

Adapun kategori rintisan tersebar di berbagai titik seperti Desa Bunton, Welahan Wetan, Widarapayung Wetan, hingga Panisihan. Budi mengakui, meski memiliki keindahan yang kompetitif, penggalian potensi selama ini masih terkendala beberapa faktor teknis.

Baca juga: Polisi Ringkus Geng Pengeroyok di Blora: Pelaku Utama Bersenjata Celurit Tertangkap di Bojonegoro

Magnet Baru: Kawasan Heritage dan Titik Nol

Selain wisata alam, Pemkab Cilacap mulai melirik kawasan heritage dan Titik Nol Kilometer Kota Cilacap sebagai ikon baru. Kawasan ini dilaporkan mulai menjadi magnet kerumunan massa, terutama pada momentum libur nasional dan pergantian tahun.

Sebagai langkah konkret penguatan ekosistem wisata kota, Disparpora berencana membangun fasilitas penunjang baru di kawasan tersebut.

“Kami berencana membangun gedung kesenian outdoor. Ruang ini akan menjadi wadah pertunjukan seni, musik, dan berbagai kegiatan publik di kawasan heritage,” jelas Budi.

Melalui integrasi antara desa wisata dan penataan ikon kota, Pemkab Cilacap optimistis sektor pariwisata akan menjadi tulang punggung baru bagi pertumbuhan aktivitas usaha masyarakat lokal di masa depan. (ray)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.