TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA – Adik dr Myta Aprilia Azmi (25), dokter internship yang meninggal dunia saat bertugas di Jambi mendapatkan beasiswa pendidikan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Adik Myta diketahui tengah menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri).
Selain memberikan beasiswa ke adik Myta, Kemenkes pula memberi bantuan pengobatan bagi ayah dr Myta yang baru mengalami stroke.
“Jadi memang adiknya juga di Fakultas Kedokteran Unsri belum selesai, dan ayah almarhumah ini baru kena stroke. Kemenkes memahami kondisi tersebut,” ujar Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers di kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (7/5).
Budi menyebut, nantinya bantuan kontrol kesehatan itu akan dilakukan di RS milik Kemenkes di Palembang.
Bantuan ini akan diberikan berkala agar kondisi sang ayah tetap stabil.
Mantan dirut Bank Mandiri ini menuturkan, beasiswa kepada adik dr Myta ini diberikan sampai selesai pendidikan kedokteran.
“Anak beliau yang kedua ini masih kuliah di FK Unsri. Kami Kementerian Kesehatan memutuskan untuk memberikan beasiswa kepada putri kedua beliau, sehingga lulus, untuk bisa meneruskan kakaknya yang sudah jadi dokter,” lanjut Budi.
Atas peristiwa ini, semua pihak akan melakukan evaluasi penuh agar pendidikan kedokteran di Indonesia berbenah terkait praktik perundungan serta beban kerja berlebihan.
“Ini akan menjadi perbaikan bagi kegiatan-kegiatan kita yang berkaitan dengan pemakhiran pendidikan yang dilakukan di rumah sakit,” ujar Menkes.
Di kesempatan yang sama, dalam sesi zoom yang hadiri ayah dan ibu dr Myta menyampaikan, pesan agar program dokter internsip akan makin membaik ke depannya, sehingga tidak korban-korban berikutnya.
“Biarlah Myta tenang di sana dan akan menjadi kenangan indah karena almarhumah dikenal dengan kebaikannya. Hanya doa kami, semoga Myta ditempatkan di surganya Allah. Amin,” tutur ibu almarhumah dr Myta, Okta.
Diketahui, dr Myta meninggal usai diduga dipaksa kerja tanpa istirahat di RSUD K.H. Daud Arif Jambi.
Baca juga: Myta, Dokter Internship Meninggal Dipaksa Kerja Tanpa Libur, Ahmad Sahroni: Penyalahgunaan Wewenang
Sebelum meninggal dunia, dr Myta sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut dan dirujuk ke rumah sakit di Provinsi Jambi.
Saat itu, kondisinya disebut sempat mengalami perbaikan, meski belum ada kejelasan terkait rekomendasi pemulangan.
Namun, setelah kembali ke Palembang, kondisi kesehatannya menurun dan harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin selama kurang lebih tiga hari.
dr Myta akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, 1 Mei 2026, pukul 11.20 WIB.
Prosesi pemakaman dilaksanakan di pemakaman umum Simpang Pendagan, Kelurahan Pasar Muaradua, Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, yang dihadiri keluarga dan kerabat dengan suasana haru.
Kepergian dr Myta tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap sistem kerja dan perlindungan bagi dokter internship di Indonesia.