Persis Solo vs Persebaya, Spanduk & Jersey Laskar Sambernyawa Bakal Tak Terlihat di Tribun Penonton
Vincentius Jyestha Candraditya May 09, 2026 02:16 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Manajemen Persis Solo mengimbau suporter yang akan menyaksikan laga kandang melawan Persebaya Surabaya di Stadion Manahan Solo untuk mengenakan pakaian batik.

Imbauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar klub tidak mendapat sanksi tambahan dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Ajakan itu disampaikan melalui akun Instagram resmi Persis Solo menjelang pertandingan yang digelar Sabtu (9/5/2026) malam.

Tak hanya untuk penonton di tribun stadion, imbauan memakai batik juga ditujukan kepada tenant dan pihak yang beraktivitas di sekitar Stadion Manahan.

Dalam unggahan tersebut, manajemen juga menegaskan bahwa penonton dilarang menggunakan atribut bernuansa klub saat berada di stadion.

Persis Solo Antisipasi Sanksi Tambahan Komdis PSSI

Media Officer Persis Solo, Bryan Barcelona, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kepatuhan klub terhadap sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI.

Diketahui, Persis Solo sebelumnya mendapat hukuman setelah terjadi kerusuhan pada laga melawan Persijap Jepara beberapa waktu lalu.

Selain hukuman dua laga tanpa penonton, Persis juga mendapat larangan penggunaan atribut klub oleh suporter dalam tiga pertandingan kandang.

“Memang tidak diperbolehkan (oleh Komdis PSSI) baik dalam bentuk spanduk maupun pakaian. Memang secara regulasi tidak diperbolehkan dan besok tribun utara dan selatan juga ditutup,” ungkap Bryan saat ditemui di Stadion Manahan, Jumat (8/5/2026).

“Cuma secara himbauan memang kami menghimbau untuk memakai batik. Sebetulnya bukan secara paksaan. Cuma memang kalau tafsirnya atribut itu bias kayak misalnya pakai pakaian persis store nanti diartikan sebagai atribut atau bukan. Takutnya jadi rancu, tapi kalau batik kan sudah pasti absolute tidak melanggar aturan,” lanjutnya.

SUPORTER PERSIS - Suasana tribun penonton di Stadion Manahan saat Persis Solo, belum lama ini. Manajemen Persis Solo mengimbau suporter yang akan menyaksikan laga kandang melawan Persebaya Surabaya di Stadion Manahan Solo untuk mengenakan pakaian batik, pada pertandingan yang digelar Sabtu (9/5/2026) malam
SUPORTER PERSIS - Suasana tribun penonton di Stadion Manahan saat Persis Solo, belum lama ini. Manajemen Persis Solo mengimbau suporter yang akan menyaksikan laga kandang melawan Persebaya Surabaya di Stadion Manahan Solo untuk mengenakan pakaian batik, pada pertandingan yang digelar Sabtu (9/5/2026) malam (TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)

Batik Dinilai Jadi Pilihan Aman bagi Suporter

Bryan menegaskan, penggunaan batik bukan kewajiban mutlak bagi suporter.

Namun, langkah tersebut dianggap paling aman agar tidak menimbulkan penafsiran pelanggaran aturan dari pihak regulator kompetisi.

“Ya lebih ke mengantisipasi (sanksi tambahan). Sebetulnya bukan keharusan, cuma batik lebih gamblang gitu,” kata dia.

Menurut Bryan, larangan penggunaan atribut klub memang memunculkan beragam respons dari kelompok suporter.

Meski begitu, ia memastikan penggunaan batik saat mendukung Persis Solo sebenarnya bukan hal baru.

Baca juga: Persis Solo Jamu Persebaya Surabaya, Milo Nantikan Atmosfer Stadion Manahan Bareng Suporter

Tradisi Pakai Batik Pernah Dilakukan saat Liga 2

Bryan mengungkapkan, ide memakai batik pernah diterapkan saat Persis Solo masih berkompetisi di Liga 2.

Karena itu, sebagian kelompok suporter menyambut baik imbauan tersebut.

“Kemarin di rakor sempat beberapa kali ngobrol bersama teman-teman suporter. Tapi sebenarnya memakai batik bukan hal baru. Dulu waktu di liga 2 sudah pernah. Memang ada beberapa teman-teman menyambut baik,” beber Bryan.

“Cuma memang ada beberapa kelompok suporter memang ada yang memiliki pakaian identitas sendiri. Tapi yang pasti atribut klub yang tidak diperbolehkan,” pungkasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.