Dagangan Laris saat Antrean BBM, Pedagang Pentol Bakar Ini Tetap Berharap Kondisi Kembali Normal
Sri Mariati May 09, 2026 03:05 PM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Antrean panjang kendaraan di SPBU Bukit Keminting, Kota Palangka Raya, beberapa hari terakhir membawa berkah tersendiri bagi Bejo, pedagang pentol bakar dan es yang berjualan tepat di samping area SPBU.

Di tengah cuaca panas dan antrean kendaraan yang mengular, dagangan Bejo kerap diserbu pengendara yang menunggu giliran mengisi bahan bakar minyak (BBM).

“Lumayan meningkat, ada penambahan pembeli,” ujar Bejo saat ditemui Tribunkalteng.com, Sabtu (9/5/2026).

Pria yang sudah lebih dari tiga tahun berjualan di kawasan tersebut mengatakan dirinya memang sudah lama mangkal di samping SPBU Bukit Keminting, bahkan sebelum antrean BBM ramai terjadi.

Dengan menggunakan sepeda motor yang membawa gerobak jualannya, Bejo setiap hari datang dari rumah menuju lokasi tempatnya berjualan.

Menurutnya, saat antrean BBM memanjang dalam beberapa hari terakhir, dagangannya kadang lebih cepat habis dibanding biasanya karena banyak warga membeli makanan dan minuman sambil menunggu antrean bergerak.

“Kadang jualannya ditambah, kadang juga lebih cepat habis,” katanya.

Namun di balik meningkatnya pembeli, Bejo mengaku dirinya juga ikut terdampak sulitnya mendapatkan BBM.

“Susah benar BBM-nya. Aduh, susahnya minta ampun kalau soal BBM ini,” ucapnya.

Biasanya, ia harus mengantre BBM pada malam hari sepulang berjualan di kawasan Jalan RTA Milono karena lokasi rumahnya berada di sekitar wilayah tersebut.

Dalam sekali antre, Bejo mengaku bisa menghabiskan waktu hingga sekitar dua jam untuk mendapatkan sekitar empat liter BBM.

“Empat liter itu bisa sampai empat hari, karena cuma dipakai jualan di sini,” ujarnya.

Meski sempat merasakan peningkatan pembeli akibat ramainya antrean kendaraan di SPBU, Bejo berharap kondisi distribusi BBM di Kota Palangka Raya segera kembali normal agar aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.

“Harapannya semuanya bisa berjalan lancar seperti semula. Yang kerja nggak terganggu, yang mau isi BBM juga nggak terganggu,” katanya.

Bejo mengatakan dirinya tidak ingin kondisi antrean BBM terus berlangsung meski sempat membuat dagangannya lebih ramai dari biasanya. Menurutnya, banyak masyarakat yang tetap dirugikan akibat sulit mendapatkan BBM.

“Iya, tapi kasihan juga sama yang lain. Masa kita sendiri yang enak, yang lain susah,” tambahnya.

Pantauan Tribunkalteng.com sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 WIB menunjukkan antrean kendaraan di SPBU Bukit Keminting mulai lebih pendek dibanding dua hari sebelumnya dan pergerakan antrean terlihat lebih cepat.

Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Jalan Rajawali dekat simpang Jalan Antang. Agung, pengatur lalu lintas di lokasi, mengatakan antrean kendaraan pada Sabtu siang sudah jauh lebih terkendali dibanding sehari sebelumnya.

Baca juga: Sulitnya Solar Subsidi di Kotim Kalteng, Warga Soroti Dugaan Pungli dan Premanisme di SPBU

Baca juga: Ketua DPRD Subandi Desak Pertamina Tangani Darurat Antrean BBM Palangka Raya

“Kemarin antrean motor sampai ke arah Jalan Tjilik Riwut, sedangkan mobil sampai ke arah Jalan Garuda,” katanya.

Menurut Agung, kondisi antrean saat ini sudah berangsur membaik meski belum sepenuhnya kembali normal.

“Sudah setengah normal dibanding kemarin,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.