TRIBUNTRENDS.COM - Munculnya kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius sempat memicu kekhawatiran publik internasional.
Namun, para ahli menegaskan bahwa wabah tersebut memiliki karakter yang sangat berbeda dibanding pandemi COVID-19 yang pernah mengguncang dunia.
Penjelasan itu disampaikan Kepala Unit Penyakit Menular di Leiden University Medical Centre, Karin Ellen Veldkamp.
Menurutnya, perbedaan paling mendasar terletak pada kemampuan penularan virus.
Baca juga: Mengenal Virus Nipah: Ancaman Mematikan yang Dijelaskan Pakar UGM, dari Penularan hingga Pencegahan
Dalam wawancara dengan AFP TV, Veldkamp menegaskan bahwa hantavirus jauh lebih sulit menyebar antarmanusia dibanding virus corona penyebab pandemi Covid-19.
"Tidak, tidak seperti itu (Covid-19). Virus ini tidak mudah menular dari orang ke orang," ujar Veldkamp.
Meski otoritas kesehatan menduga ada kemungkinan penularan yang terjadi di atas kapal pesiar MV Hondius, ia menekankan bahwa pola penyebarannya tidak seagresif Covid-19.
"Kami tahu (penularan antarmanusia) itu mungkin terjadi dan kami menduga hal itu telah terjadi di kapal, tetapi ini tidak seperti Covid, (penularannya) jauh lebih sulit," tambahnya.
Pernyataan tersebut sekaligus meredam kekhawatiran bahwa wabah hantavirus akan berkembang menjadi pandemi global baru.
Saat ini, rumah sakit di Leiden telah menerima satu pasien hantavirus yang tiba pada Rabu malam (6/5/2026).
Meski detail kondisi pasien tidak diungkap demi menjaga privasi, pihak rumah sakit memastikan penanganan dilakukan dengan prosedur ketat.
Pasien ditempatkan di ruang isolasi khusus dan diawasi tenaga medis terlatih yang telah berpengalaman menangani penyakit menular.
"Prinsip kami adalah memberikan perawatan yang baik kepada pasien. Kami sangat terlatih untuk melakukannya dengan cara yang aman," jelas Veldkamp.
Menurutnya, pasien akan tetap menjalani isolasi selama masih menunjukkan gejala klinis.
Baca juga: Pemkab Klaten Antisipasi Penyebaran Virus PMK, Petugas Kesehatan Hewan Rutin Lakukan Hal ini!
Veldkamp menjelaskan, hingga kini para ahli masih mempelajari secara rinci berapa lama seseorang dapat membawa virus tersebut.
Namun, secara umum pasien dianggap tidak lagi menular setelah kondisi kesehatannya membaik dan hasil tes menunjukkan negatif.
"Kami tidak tahu persis berapa lama seseorang dapat membawa virus tersebut. Namun, kami berasumsi bahwa setelah seseorang merasa lebih baik, mereka tidak lagi menular," katanya.
Ia juga memastikan sistem kesehatan di Belanda memiliki kapasitas yang cukup apabila ditemukan tambahan kasus.
Selain fasilitas di Leiden, sejumlah rumah sakit lain di Belanda disebut memiliki ruang isolasi dan tenaga ahli dengan kemampuan serupa.
Karena itu, masyarakat diminta tidak panik menghadapi perkembangan kasus hantavirus.
"Ada beberapa rumah sakit di Belanda yang bisa melakukan ini, sehingga kami bisa berbagi beban (perawatan) jika diperlukan," pungkasnya.
Sebelumnya, kemunculan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menarik perhatian dunia internasional setelah sejumlah penumpang dilaporkan mengalami gejala mirip flu dan harus menjalani pemantauan intensif oleh otoritas kesehatan.
***
(TribunTrends/Kompas)