TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Banyak orang sukses memulai usahanya dari sebuah hobi. Kegemaran yang awalnya hanya untuk mengisi waktu luang, ternyata bisa berubah menjadi ladang cuan yang menjanjikan.
Hal itulah yang dialami Pandu Aji, warga Perumahan Graha Mandiri 2, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Berawal dari hobi memelihara ikan hias, kini ia sukses menjalankan bisnis pembesaran ikan channa atau ikan gabus hias dengan omzet mencapai puluhan juta rupiah per bulan.
Pria yang akrab disapa Aji itu mengaku sudah lama menyukai dunia ikan hias.
Berbagai jenis ikan memenuhi akuarium di rumahnya. Baginya, memelihara ikan menjadi hiburan tersendiri setelah menjalani aktivitas harian.
Baca juga: Kisah Pedagang Es Kapal di Solo, Jualan Puluhan Tahun hingga Bisa Buatkan Rumah untuk 3 Anaknya
“Saya senang lihat ikan. Jadi setelah kerja bisa memberi makan ikan-ikan ini,” ujarnya.
Kecintaannya terhadap ikan hias tak berhenti hanya sebatas hobi.
Aji mulai berpikir untuk menjadikan kegemarannya itu sebagai peluang usaha.
Awalnya, ia mencoba bisnis ikan cupang. Ia membeli ratusan bibit ikan cupang dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan besar.
Namun perjalanan usahanya tidak berjalan mulus.
“Setelah dipelihara, ikannya malah mati semua. Karena saya belum fokus untuk usaha ini. Masih sambil kerja, jadi ikannya tidak terurus,” jelasnya.
Kegagalan tersebut membuat Aji mengalami kerugian hingga Rp 8 juta.
Meski begitu, ia tidak menyerah. Pengalaman itu justru menjadi pelajaran berharga untuk lebih serius menekuni usaha ikan hias.
Hingga akhirnya tren ikan channa mulai booming. Aji melihat peluang besar dari ikan predator air tawar yang memiliki corak warna menarik tersebut.
Baca juga: Info Bakso Terkenal Enak di Kota Solo, Punya Banyak Pelanggan Tetap Hingga Kini
Menurutnya, ikan channa memiliki perawatan yang lebih mudah dibanding ikan hias lainnya.
“Ternyata ikan channa ini perawatannya mudah. Tidak perlu filter dan dikasih makan dua hari sekali juga tahan,” ungkapnya.
Melihat peluang itu, Aji mulai mendatangkan puluhan bibit ikan channa untuk dibesarkan. Setelah beberapa waktu dipelihara, ikan-ikan tersebut kemudian dijual secara online.
Tak disangka, respons pasar sangat bagus. Penjualan ikan channa miliknya terus meningkat.
“Responnya ternyata bagus. Ikannya laku. Lalu pelihara lagi sampai sekarang,” katanya.
Untuk pengiriman, Aji memanfaatkan jasa ekspedisi. Ia memastikan ikan channa cukup aman dikirim ke luar daerah.
“Bisa bertahan hingga lima hari. Jadi soal pengiriman aman,” tambahnya.
Seiring berkembangnya usaha, Aji akhirnya memutuskan keluar dari pekerjaannya sebagai penjaga konter pulsa dan fokus penuh menjalankan bisnis ikan channa.
Dalam sehari, ia mampu menjual sekitar 30 hingga 40 ekor ikan channa. Penjualannya dilakukan secara online dan sudah menjangkau hampir seluruh Indonesia, kecuali Kalimantan.
Baca juga: Cerita Kepala Rutan Solo, Enggan Dianggap Petugas dan Pilih Lakukan Pembinaan untuk Para Warga Binaan Lewat Budaya
“Dalam sehari bisa menjual antara 30-40 ekor ikan,” ujarnya.
Kini, Aji memiliki belasan jenis koleksi ikan channa. Bahkan, ada salah satu koleksi ikan miliknya yang bernilai hingga Rp 50 juta.
Meski begitu, menurutnya ikan yang paling banyak diminati justru berada di kisaran harga terjangkau.
“Kalau yang paling laris kisaran harga Rp 25 ribu sampai Rp 40 ribu per ekor,” pungkasnya.
(*)