200 Siswa SMKN 1 Jatiroto Wonogiri Keracunan, Wabup Imron Sorot Ketiadaan Exhaust Fan di Area Ini
Vincentius Jyestha Candraditya May 09, 2026 03:31 PM

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno melakukan inspeksi mendadak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatiroto 1, Jumat (8/5/2026).

Sidak dilakukan usai munculnya dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan siswa SMKN 1 Jatiroto setelah mengonsumsi program makan bergizi gratis (MBG).

Wabup bersama Forkopimcam meninjau langsung area dapur hingga proses pemorsian makanan untuk memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan berjalan optimal.

SIDAK. Wakil Bupati Wonogiri, Imron Rizkyarno, saat podcast bersama TribunSolo.com, Kamis (12/9/2024). Dia melakukan sidak ke SPPG Jatiroto 1 usai ada infrormasi dugaan keracunan.
SIDAK. Wakil Bupati Wonogiri, Imron Rizkyarno, saat podcast bersama TribunSolo.com, Kamis (12/9/2024). Dia melakukan sidak ke SPPG Jatiroto 1 usai ada infrormasi dugaan keracunan. (TribunSolo.com)

Menurutnya, inspeksi dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap layanan MBG agar kualitas makanan yang diberikan kepada pelajar tetap terjaga.

“Kami turun langsung setelah adanya laporan dugaan keracunan serta temuan puntung rokok pada makanan. Ini wujud kontrol agar dapur memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Wonogiri, lanjut dia, juga telah mengambil langkah penanganan dengan mengirim sampel makanan ke laboratorium Dinas Kesehatan Wonogiri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Hasil laboratorium kemungkinan keluar malam ini. Nanti akan kami sampaikan kepada teman-teman media,” katanya.

Soroti Exhaust Fan

Dalam kesempatan tersebut, Imron juga memberikan sejumlah catatan kepada pengelola dapur.

Salah satu yang disoroti yakni belum tersedianya exhaust fan di area pemorsian makanan.

Ia menilai keberadaan exhaust fan penting untuk mengurangi uap panas dari nasi yang baru keluar dari steamer.

Kondisi tersebut dinilai dapat memicu embun di dalam ompreng atau wadah makanan.

“Menurut saya itu perlu. Nasi masih panas kalau di ruang AC pasti ada uapnya. Di situ saya minta kepala dapur untuk memasang exhaust. Nasi keluar dari steamer kondisi panas, jadi saat pemorsian sudah dingin. Di ompreng tidak ada embun,” papar dia.

Baca juga: 200 Siswa SMKN 1 Jatiroto Wonogiri Keracunan, Kepsek Bingung, Santap Makanan Serupa Tapi Tak Apa-apa

Selain persoalan teknis dapur, Pemkab Wonogiri juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait temuan puntung rokok pada makanan yang dibagikan beberapa hari lalu.

Pengelola dapur diminta memperketat pengawasan internal, termasuk akses keluar masuk area produksi.

“Tadi kami minta kepala dapur melakukan pengawasan lebih ketat. Satpam juga harus memastikan siapa saja yang keluar masuk area dapur,” tegas Imron.

Tunggu Hasil Laboratorium

Sementara itu, Kepala SPPG Jatiroto 1 Richard Heidy Pratama mengatakan pihaknya masih menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium dari Dinkes Wonogiri.

Ia memastikan evaluasi internal akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami juga akan melakukan evaluasi menyeluruh ke depan. Saat ini kami masih melakukan pendistribusian dan menunggu hasil laboratorium,” ujarnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.