IAI Darussalam Martapura Memenuhi Syarat Jadi Universitas, Rektor Prof Hafiz Minta Dipersiapkan
Hari Widodo May 09, 2026 02:51 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, ​MARTAPURA- Institut Agama Islam (IAI) Darussalam Martapura menasbihkan diri untuk meningkatkan statusnya atau bertransformasi menjadi Universitas pada 2027 mendatang.

Itu terungkap saat Rektor IAI Darussalam Martapura, Prof. Dr. H.A. Hafiz Anshary, AZ, MA memberikan arahan pada Rapat Kerja (Raker) IAI Darussalam Tahun Akademik 2026/2027 di Hotel Roditha Banjarbaru, Sabtu (9/5/2026).

Dikatakannya, hingga tahun 2026 ini mahasiswa IAI Darussalam ada 2.976 orang terdiri dari laki-laki 1.615 dan perempuannya 1.361. 

Ribuan mahasswa ini tersebar di tiga fakultas, Yakni fakultas Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). ​

Baca juga: Kota Lama Banjarmasin Kini Sepi, Dosen Ekonomi IAI Darussalam Martapura Singgung Faktor FOMO

Kemudian ada beberapa Program Studi (Prodi) yakni, yang untuk Tarbiyah itu ada empat prodi, pertama PAI, yang kedua Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), kemudian PIAUD Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan yang keempat S2 Pendidikan Agama Islam (PAI). ​

Kemudian Fakultas Syariah, ada prodi Hukum Keluarga dan Hukum Ekonomi Syariah.

"Sedangkan di FEBI ini ada Jurusan Ekonomi Syariah, Jurusan Perbankan Syariah, dan yang terakhir Manajemen Bisnis Syariah,"sebutnya.

Menurutnya, kalau syaratnya benar cukup enam prodi untuk menjadi universitas, IAI Darussalam sudah memenuhi syarat.

"Kita bersiap menuju untuk itu. Oleh karena itulah, maka saya berharap kepada semua komponen civitas akademika termasuk mahasiswa, lebih khusus lagi ketika kita merumuskan program kerja untuk tahun ini, coba arahkan antara lain untuk menuju universitas itu," urai Profesor Hafiz.

Dijelaskan dia, saat ini di IAID ada empat profesor yang sudah mengajar. Namun statusnya masih dosen terbang.

"Sehingga kami harapkan nanti dosen IAI Darussalam ada menambah beberapa yang bergelar prosesor tetapi bukan dosen terbang," jelasnya.

Dia yakin dengan nantinya bertanformasi menjadi universitas akan lebih luas di IAID ini bisa menambah cakupan ilmu yang jauh lebih luas, fasilitas lebih lengkap, serta jaringan alumni yang andal.

Adapun Koordinator Kopertais Wilayah XI Kalimantan, Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd, yang membuka Raker itu sangat optimis IAI Darussalam bisa meningkat ke universitas.

Di Kalimantan ada sekitar 30 lebih dan di Kalsel terdapat setidaknya 12 perguruan tinggi Islam swasta (PTKIS) dan 1 perguruan tinggi Islam negeri (PTKIN), termasuk IAI Darussalam salah satunya yang tertua.

"Melihat perkembangannya, IAI Darussalam sangat potensial bisa bertraformasi ke universitas," ujar Prof Nida yang juga Rektor UIN Antasari Banjarmasin periode 2025–2029 tersebut.

Adapun, Kasubdit Ketenagaan DIKTIS Kemenag RI, M.Aziz Hakim, menyampaikan memang ukuran akreditasi atau mutu perguruan tinggi itu adalah ketersediaan dosen yang memiliki jabatan fungsional, terutama jabatan fungsional Lektor Kepala dan kemudian Guru Besar. 

Sedangkan IAI Darussalam ini sudah banyak Lektor tetapi Lektor Kepalanya masih terbatas atau masih sedikit.

"Nah, saya kira penting untuk kemudian diupayakan untuk segera pada para dosennya memenuhi persyaratan-persyaratan menuju ke Lektor Kepala. Dan saya lihat potensinya sangat besar, tinggal soal tata kelola dan kemudian tinggal soal memberikan semangat kepada para dosen untuk memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan untuk ke Lektor Kepala maupun Guru Besar," ujarnya kepada pers.

Disampaikan dia, semakin banyak Lektor Kepala semakin bagus. Karena nilai akreditasi yang signifikan itu dipengaruhi oleh penilaian itu. 

"Untuk dosen menuju lektor kepala itu syaratnya ada banyak. Tapi yang jadi terutama yang paling sering menjadi hambatan itu adalah syarat khusus yakni tulisan di jurnal ilmiah yang tembus atau terindeks Sinta 2 minimal, kemudian kalau ke Guru Besar itu sekarang syaratnya adalah dua jurnal terindeks Scopus," jelasnya.

Baca juga: Pengalaman Dosen IAI Darussalam Ikuti Program Internasional, Ungkap Banyak Peluang Beasiswa

Karenanya, dipeelukan bimbingan ke arah situ sehingga kemudian harapan dari IAI Darussalam bertranformasi ke universitas  bisa terwujud. 

"Tinggal menata kelola dan kemudian bagaimana para dosennya fokus dalam memenuhi terutama syarat khusus. Nah ini yang harus digenjot," jelasnya.

Pada momen raker itu juga dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Martapura,  Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Martapura, Drs. KH. Muhammad Husin, M.Ag. 

Acara dilanjutkan dengan pengisian materi- materi dari narasumber yang sudah disiapkan panitia IAI Darussalam kepada peserta baik dosen dan mahasiswa.
(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.